“Validitas” atau Keabsahan Informasi Medis dalam Dunia Kedokteran

Rinda Suherlina - Rabu, 15 September 2021, 21:16 WIB

Budi Sujatmiko, dr. , M.EpidBudi Sujatmiko, dr. , M.Epid/Dok. Istimewa

Oleh :
Budi Sujatmiko, dr, M.epid. 
(Epidemiolog FK UNPAD)

Selama pandemi covid-19 ini, banyak sekali informasi yang beredar di masyarakat yang berakaitan dengan informasi kesehatan.

Informasi terkait gejala, pengobatan, pencegahan, dan “tips-trik” kilat penyembuh covid-19 beredar secara luas baik di media cetak ataupun media online.

Semua orang baik individu atau kelompok dapat dengan bebas menyebarkan informasi tersebut. Tentu saja tidak semua informasi yang kita terima sudah jelas dan terbukti kebenarannya.

Lantas bagaimanakan seharusnya menanggapi berbagai informasi medis yang beredar dimasyarakat dan media sosial?  

Baca juga: Panggil Pimpinan KPI Terkait Kasus Pelecehan Pegawai, Komnas HAM Tanyakan Hasil Investigasi Internal

Dalam dunia kedokteran modern, salah satu aspek yang sangat penting dan menjadi fokus perhatian dalam pelaksanaan pengobatan adalah “keselamatan pasien”.

Hal ini beraitan dengan prinsip atau etika kedokteran yang dianut sejak jaman hipokrates, yaitu prinsip “Beneficene, Non-maleficence, dan No Harm”. Dimana setiap tindakan atau pengobatan yang diberikan pada pasien haruslah menguntungkan pasien, tidak boleh ada unsur mencelakakan pasien. Poin ini adalah prinsip penting yang sangat dijunjung dalam dunia kedokteran. 

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi