Sudah Gelombang 16, Kartu Prakerja Dinilai Tak Jelas Efektivitasnya, DPR: Apakah Bisa Bangkit dari Keterpurukan Pandemi?

Siti Resa Mutoharoh - Selasa, 30 Maret 2021, 9:32 WIB

Ilustrasi Kartu PrakerjaIlustrasi Sudah Gelombang 16, Kartu Prakerja Dinilai Tak Jelas Efektivitasnya, DPR: Apakah Bisa Bangkit dari Keterpurukan Pandemi? /Shammil Fachrial Suryapraja/FIX Indonesia

FIXINDONESIA.COM - Program Kartu Prakerja dinilai bisa memunculkan moral hazard (jebakan moral) lantaran output yang didapat penerima manfaat belum jelas tingkat efektivitasnya. 

“Tapi seperti apa output-nya, efektivitasnya, apakah betul setelah mendapatkan pelatihan mereka bisa bangkit dari keterpurukan dampak pandemi itu juga tidak bisa diukur. Padahal kalau kita bicara angkanya itu sangat fantastis,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani.

“(Anggaran) Rp20 triliun okelah kalau yang kemudian disampaikan kepada peserta 2,4 juta. (Besaran) Rp600 ribu kali 4 bulan kita masih bisa menerima. Tetapi kalau kemudian pelatihannya dari biaya Rp5-100 ribu dikalikan dari berapa (peserta) yang akan menerima pelatihan itu, tentu ini menjadi satu potensi moral hazard,” sambungnya. 

Baca juga: Singgung Program Kartu Prakerja, Komisi IX DPR RI: Berpotensi Timbulkan Moral Hazard

Menurutnya, hal itu bisa terjadi lantaran pada awalnya Kartu Prakerja merupakan salah satu program yang akan memberikan sinyal pengikatan kapasitas kompetensi para pencari kerja. 

“Jadi entah itu rescuing atau obscuring. Tapi kan ternyata kalau kita perhatikan bahwa tidak ada kejelasan, dari posko pendampingan itu hanya bisa mengklaim data peserta,” jelas politisi Fraksi PKS itu.

Baca juga: Buruan Daftar! Program Kartu Prakerja Gelombang 16 Masih Dibuka, Begini Cara Daftarnya

Lebih lanjut Netty menjelaskan,program Kartu Prakerja memang dari awal sudah menuai polemik. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: DPR RI

tags
Artikel Rekomendasi
terkait