Sembako Bakal Dikenakan Pajak, DPR: Ini Bentuk Pengkhianatan kepada Rakyat!

Firda Rachmawati - Kamis, 10 Juni 2021, 21:21 WIB

Ilustrasi sembako.Ilustrasi sembako./PIXABAY/EmAji

FIXINDONESIA.COM - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Marwan Cik Hasan menyebut penerapan pajak sembako yang kini tengah ramai dibahas merupakan pengkhianatan negara kepada rakyat.

"Kita ini tidak bisa terus menerus memajaki rakyat kita, apalagi sampai ada pemikiran memajaki sembako, lha wong sembako rakyat aja kita bagi-bagi Pak. Di Komisi XI itu dari lembaga-lembaga ada BUMN, dari pemerintah kita bagi-bagi ke rakyat," ujar Marwan dalam keterangan persnya, Kamis 10 Juni 2021.

Baca juga: Ini Daftar Sembako yang Akan Dikenakan Pajak 12 Persen

Menurutnya, di satu sisi negara membutuhkan penerimaan yang tinggi karena membutuhkan belanja yang banyak untuk menggerakkan pembangunan. Namun, di sisi lain tahun 2022 merupakan tahun terakhir pemerintah untuk dapat berutang sebelum tahun 2023 utang tidak boleh melebihi 3 persen dari PDB.

"Kita dalam posisi yang maju kena mundur kena. Jadi satu sisi kita butuh penerimaan negara yang tinggi, mau nggak mau ya, karena kita butuh belanja yang banyak, karena belanja yang banyak itu bisa menggerakkan pembangunan kita," ungkapnya.

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Penerima BLT UMKM Tahun 2020 Bisa Dapat Bantuan Lagi di 2021, Simak Penjelasannya

Marwan juga mengatakan, pemerintah harus memiliki terobosan yang out of the box. Misalnya, dengan menerapkan pajak pada transaksi digital.

"Tiap malam saya nonton TV itu Shopee, Lazada, Tokopedia ya, nggak berhenti-berhenti itu dan transaksi kan berjalan terus, belum lagi barangnya bukan dari kita lagi, bukan dari UMKM kita, jadi nggak ngefek transaksi besar itu, nggak meningkatkan pendapatan rakyat, nggak mendorong pertumbuhan, numpang lewat aja kan, pajak-in lah itu," tambah Marwan. 

Editor: Firda Rachmawati

Sumber: DPR RI

tags
Artikel Rekomendasi