Sejarah Hubungan Diplomasi Kesultanan Aceh dan Kerajaan Turki Utsmani

Rinda Suherlina - Jumat, 8 Oktober 2021, 10:20 WIB

Luas Kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637)Luas Kesultanan Aceh pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1608-1637)/Istimewa

Oleh:
Hanifah Rahadianty Kusmana (Danty)

Turki dan Indonesia, keduanya merupakan negara mayoritas muslim. Di balik kesamaan ini, Turki dan Indonesia juga memiliki latar belakang yang sama-sama penuh perjuangan dalam melawan penjajah. Menelisik hal ini, tentu kita perlu menengok sejarah. 

Kembali ke awal abad ke 16,  bangsa Portugis mendominasi perdagangan yang dilakukan melalui jalur laut di Samudra Hindia. Kekuatan bangsa Portugis itu ternyata menimbulkan efek bagi masyarakat Kesultanan Aceh.

Pertama, perdagangan yang dilakukan bangsa Portugis merupakan pesaing berat bagi pedagang rempah dari Kesultanan Aceh.

Kedua, ramainya jalur perdagangan laut yang muncul dari aktivitas perdagangan rempah bangsa Portugis mengganggu perjalanan haji melalui jalur laut yang dilakukan oleh warga muslim Aceh.

Baca juga: Profil Cut Putri: Keturunan Sultan Aceh yang Berkirim Surat ke Erdogan Ternyata Alumni Unpad

Berangkat dari problematika tersebut, Alauddin Riayat, seorang sultan Aceh pada tahun 1538 meminta bantuan pada Sultan Suleiman dari Kerajaan Turki Utsmani untuk bekerjasama mengatasi ancaman bangsa Portugis.

Sultan Suleiman menyambut permohonan itu dengan tangan terbuka. Tidak hanya ia mengirimkan senjata, melainkan juga ia memberikan instruktur militer, ahli perumahan dan konstruksi, dan ahli-ahli pada bidang lainnya.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi