Prihatin Data BPJS Kesehatan Bocor: Guru Besar Unhas Desak DPR Segera Bahas UU Perlindungan Data Pribadi, Begini Katanya

Siti Resa Mutoharoh - Senin, 24 Mei 2021, 9:27 WIB

JudhariksawanPrihatin Data BPJS Kesehatan Bocor: Guru Besar Unhas Desak DPR Segera Bahas UU Perlindungan Data Pribadi, Begini Katanya /KPI

FIXINDONESIA.COM - Guru Besar Universitas Hasanuddin, Judhariksawan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera menyelesaikan pembahasan UU Perlindungan Data Pribadi menyusul adanya kebocoran data yang diduga berasal dari BPJS Kesehatan. 

“UU ini tidak hanya memberikan kepastian hukum, UU Perlindungan Data Pribadi adalah bentuk kehadiran negara dalam pemenuhan dan perlindungan hak konstitusional warga negara di tengah perubahan perilaku dan tatanan kehidupan masyarakat yang diakibatkan oleh disrupsi teknologi yang juga berimplikasi pada semakin kaburnya delimitasi ruang dan ideologi kebangsaan,” ungkapnya kepada FIXINDONESIA.COM, Senin 24 Mei 2021. 

Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ini mengungkapkan, kebocoran data BPJS Kesehatan ini menjadi bahan evaluasi bahwa di era teknologi digital persoalan perlindungan data pribadi telah berada pada level mencemaskan apalagi kebocoran ini diduga terjadi pada institusi pemerintahan.

Baca juga: Soal Data Peserta BPJS Bocor: Pakar Hukum Teknologi dan Informasi Sarankan Pemerintah Lakukan Hal Ini

Baca juga: Data Peserta BPJS Bocor, Bukti Negara Belum Berikan Perlindungan kepada Warga Negara

"Selain sebagai peringatan bagi pemilik data pribadi untuk semakin berhati-hati, pihak pengendali dan pemroses data harus melakukan evaluasi dan meningkatkan sistem perlindungan data yang dikelolanya," jelas 

Selain itu, Judhariksawan juga meminta pemerintah segera melakukan audit dan penyelidikan untuk mencari pihak yang bertanggungjawab. 

“Jika dugaan kebocoran data tersebut bersumber dari institusi pemerintah, maka seharusnya pemerintah melakukan suatu audit menyeluruh dan bahkan melakukan penyelidikan yang mengarah pada penegakan hukum. Hal ini untuk mengetahui siapa yang paling bertanggung jawab atas kejadian tersebut,” imbuhnya. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi