Posisi Indonesia dalam Perseteruan Nuklir AS-Iran

Siti Resa Mutoharoh - Minggu, 25 April 2021, 9:13 WIB

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)/Dokumentasi pribadi

Oleh:

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, baru-baru ini berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi serta Presiden Joko Widodo.

Press release dari Kementerian Luar Negeri Iran antara lain mengapresiasasi posisi Jakarta di Dewan Keamanan PBB yang mendukung dan mempertahankan JCPOA.

JCPOA (Joint Comprehensive Plan Action) adalah perjanjian nuklir yang ditandantangani oleh P5+1, atau negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB plus Uni Eropa (diwakili oleh Jerman) pada 14 Juli 2015.

Perjanjian yang merupakan hasil upaya diplomasi panjang sekitar dua belas tahun ini dikacaukan oleh aksi mantan Presiden Donald Trump yang secara sepihak menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018.

Baca juga: Kabar Terbaru Jozeph Paul Zhang: Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

Motivasi Trump sebagian besar adalah upayanya untuk “membully” Partai Demokrat, karena sebelumnya Trump juga sudah mundur dari Perjanjian TPP (Trans-Pacific Partnership), Perjanjian Paris, dan membatalkan kebijakan Obama terkait imigran. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terkait