PKB Jabar Menurun, Abdy Yuhana Singgung Insentif Pegawai Bapenda

Siti Resa Mutoharoh - Kamis, 29 Juli 2021, 16:30 WIB

Ilustrasi Kemacetan Tol (Shammil)Ilustrasi PKB Jabar Menurun, Abdy Yuhana Singgung Insentif Pegawai Bapenda/Shammil Fachrial Suryapraja/FIX Indonesia

FIXINDONESIA.COM - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah mengalami defisit anggaran sebanyak Rp5 triliun. Hal ini disebabkan karena prediksi anggaran yang tidak tercapai.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nanin Hayani Adam menjelaskan, dari target Rp41,4 triliun diprediksi hanya tercapai Rp35,8 triliun. Solusi untuk menutupi defisit itu adalah mengurangi belanja di tahun 2021. 

Menurutnya, hal ini ditengarai karena pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) Jabar pada triwulan I dan II tahun 2021 menurun dibanding triwulan III dan IV tahun 2020.

Baca jugaWacana PPKM Darurat Diperpanjang, Abdy Yuhana: Saya Dukung, Tapi Pemerintah Harus Siap Skenario Ekonomi Rakyat

Baca jugaKasus Corona di Jabar Masih Merangkak Naik hingga Rumah Sakit Penuh, Abdy Yuhana: Pemerintah Seharusnya Tak Gagap

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Jabar, Abdy Yuhana mengatakan turunnya pendapatan daerah dari PKB akibat dari pengaruh pandemi Covid-19. 

Dikatakan Abdy, banyak masyarakat jabar yang tidak membayar PKB karena kehilangan penghasilan di masa paceklik pandemi Covid-19 ini. 

Baca jugaJabar Kekurangan Pasokan Oksigen, Abdy Yuhana Sarankan Pemerintah Lakukan Ini

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi