Pemalsuan Buku Terjemahan, dari Korupsi Halaman hingga Menyisipkan Ideologi Pribadi

Rinda Suherlina - Selasa, 13 Juli 2021, 8:38 WIB

Diduga Ada banyak sekali penerbit kedapatan mengubah dan menginterpretasi isi buku aslinya sesuai kehendak si penerjemah dan penerbit.Diduga Ada banyak sekali penerbit kedapatan mengubah dan menginterpretasi isi buku aslinya sesuai kehendak si penerjemah dan penerbit./Istimewa

Oleh:
Ahmad Khamal Kevin Ridho Al Khudri S.Hum
(Alumni Prodi Sastra Arab Universitas Padjadjaran)

FIXINDONESIA.COM - Dewasa ini, produksi buku terjemahan semakin gila-gilaan. Hal itu barangkali dipicu oleh sejumlah masyarakat yang lebih senang membaca versi terjemahan daripada langsung mengecek pada sumber aslinya.

Padahal, tidak sedikit dari buku terjemahan itu yang justru dengan tidak bertanggung jawab mengubah dan menginterpretasi isi buku aslinya sesuai kehendak si penerjemah dan penerbit.

Biasanya, paham-paham yang tidak sesuai dengan ideologi penerjemah dan penerbit akan dimanipulasi sedemikian rupa untuk mengelabui pembaca awam.

Baca juga: Pemkot Depok Wajibkan Pekerja Miliki KIPOP Selama PPKM Darurat, Apa Itu?

Ada banyak sekali penerbit kedapatan melakukan tindakan tak terpuji tersebut, seperti Pustaka Al-Kautsar, Pustaka Azzam, dan Pustaka Imam Syafi’i, dengan kedok tujuan mulia, mereka mendistribusikan terjemahan buku-buku klasik karya para ulama yang sudah dimanipulasi dan dipalsukan.

Padahal, boleh jadi hal itu termasuk tindak pidana karena telah memalsukan suatu karya atas nama orang tertentu kemudian menyebarkannya.

Sayangnya, pemerintah terkesan tuli akan fenomena ini. Entah karena memang tidak mengetahui, atau memang belum ada aturan jelas terkait hal tersebut.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi