Menyelamatkan ‘Kartini’ di Negeri Ini

Siti Resa Mutoharoh - Rabu, 21 April 2021, 12:48 WIB

UnpadMenyelamatkan ‘Kartini’ di Negeri Ini/Dok.Istimewa

Oleh: dr. Dani Ferdian, M.K.M.

Dosen Fakultas Kedokteran Unpad

FIXINDONESIA.COM - Bicara tentang Kartini maka berbicara tentang pelopor kebangkitan kaum perempuan di Indonesia. Bagaimana tidak, Kartini memperjuangkan kaumnya dari marginalisasi pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Kartini berjuang dalam mewujudkan keinginannya agar perempuan memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar, terlepas dari kungkungan adat yang membuat perempuan Jawa pada saat itu tidak bisa bebas mengenyam bangku sekolah, harus dipingit dan dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, bahkan harus bersedia dimadu.

Melalui perjuangannya tersebut ia dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita Indonesia. Tanggal kelahirannya yakni 21 April, kini diperingati sebagai hari Kartini. Kartini menjadi simbol keberdayaan wanita Indonesia.

Baca juga: Ditanya Kepanjangan SD, Anak-anak Ini Justru Beri Jawaban Mencengangkan

Kartini meninggal pada masa nifas di hari keempat setelah melahirkan anak pertamanya di tahun 1904 ketika masih berusia 25 tahun. Sampai saat ini memang penyebab kematian Kartini masih belum dapat dipastikan.

Salah satu yang menjadi dugaan penyebab kematiannya ialah dikarenakan preeklamsia (hipertensi dalam kehamilan). Lebih dari seabad setelah kematian Kartini, masalah kematian ibu masih saja menjadi permasalahan besar yang dihadapi bangsa Indonesia.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi