Mengejar Penurunan Stunting Melalui Perbaikan Gizi dengan Memenuhi Keragaman Pangan Harian

Rinda Suherlina - Senin, 20 September 2021, 8:11 WIB

Dimas Erlangga Luftimas (Dosen Unpad dari Divisi Gizi, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran)Dimas Erlangga Luftimas (Dosen Unpad dari Divisi Gizi, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran)/Dok. Pribadi

Oleh:
Dimas Erlangga Luftimas
Dosen Unpad (Divisi Gizi, Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran)

FIXINDONESIA.COM - Indonesia saat ini sedang berjuang mengatasi peningkatan kasus stunting. Data-data baru bermunculan sebagai hasil penelitian dan usaha berbagai kalangan untuk turut andil mengentaskan masalah nasional ini dengan hasil yang bervariasi.

Ada data yang menunjukkan tren perbaikan, namun pecahan data lain menggambarkan adanya peningkatan kasus stunting.

Variasi ini sangatlah wajar mengingat stunting adalah masalah gizi jangka panjang, dan bukanlah masalah yang dapat diobati sekali kemudian sembuh seperti demam yang diberi penurun panas. Banyaknya faktor yang menentukan kejadian stunting menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Selain itu kebijakan berbagai daerah yang berbeda-beda, dan metode penelitian yang beragam dalam memandang masalah stunting ini menentukan narasi dan rekomendasi yang muncul untuk mendukung capaian bersama ini.

Baca juga: KTP Tidak Terdaftar di Eform BRI? Coba Cek di Link Ini untuk Dapatkan Bansos UMKM Rp1,2 Juta

Data nasional stunting terbaru di Indonesia ditampilkan dalam Laporan Riset Kesehatan Dasar yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes RI) pada tahun 2018.

Pada laporan tersebut dinyatakan bahwa kejadian Stunting di Indonesia adalah 30,8% dengan angka tertinggi berada di provinsi Nusa Tenggara Timur dengan persentase 42,6%.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi