Mau Obat Isoman Covid-19 Gratis? Begini Caranya

Siti Resa Mutoharoh - Kamis, 15 Juli 2021, 19:30 WIB
Mau Obat Isoman Covid-19 Gratis? Begini Caranya /PIXABAY

Ketiga, Paket 3 untuk pasien bergejala demam dan batuk, berupa vitamin dan obat. “Terakhir, Paket 3, berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Paket ini juga membutuhkan konsultasi dan resep dari dokter,” ujar Presiden.

Baca juga: Berikut Ini Alur Layanan Telemedicine Terbaru untuk Pasien Isoman

Lebih lanjut Kepala Negara mengungkapkan bahwa paket obat terapi untuk pasien isoman ini diproduksi oleh BUMN yang bergerak di bidang farmasi. Sementara, pendistribusiannya akan dikoordinasikan oleh Panglima TNI bekerja sama dengan pemerintah daerah sampai pemerintah desa dan juga melibatkan puskesmas, babinsa, dan pengurus RT-RW.

“Saya minta agar dilakukan pengawasan yang ketat di lapangan, agar program ini betul-betul bisa maksimal mengurangi risiko karena COVID-19 dan membantu pengobatan warga yang menderita COVID-19.” tegasnya.

Presiden juga mengingatkan agar program ini tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi COVID-19 di apotek maupun di rumah sakit. Ia juga menegaskan bahwa paket isoman gratis untuk rakyat ini tidak untuk diperjualbelikan.

“Ketiga paket obat isolasi mandiri ini tidak diperjualbelikan,” tegasnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, dalam pendistribusian paket obat terapi COVID-19, TNI melalui jajaran kesehatan kodam, termasuk kodim, koramil, dan bintara pembina desa (babinsa) akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan jajaran kepolisian.

“Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para babinsa akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut. Harapan kita bahwa dengan kolaborasi antarinstitusi ini akan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan isolasi mandiri,” tegasnya.

Menurutnya, pemberian paket ini dilakukan berdasarkan data pasien COVID-19 yang melakukan isoman yang dimiliki oleh puskesmas atau bidan-bidan desa.

“Sesuai prosedur, karena kita melaksanakan isolasi mandiri adalah berbasis desa, puskesmas atau bidan desa akan melakukan triase, membagi apakah mereka memang OTG, ODG (orang dengan gejala) ringan, sedang atau berat, sehingga data tersebut sudah dimiliki oleh bidan desa atau puskesmas,” terangnya.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: BPMI

tags
Artikel Rekomendasi