Luncurkan Awan Panas hingga 1.300 Meter, BPPTKG Keluarkan Langkah Mitigasi Bencana Gunung Merapi

Firda Rachmawati - Sabtu, 10 April 2021, 9:10 WIB

Ilustrasi Erupsi GunungIlustrasi Erupsi Gunung/Pixabay/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih terus terjadi hingga Jumat, 9 April 2021. BPPTKG memantau awan panas guguran mencapai jarak luncur 1.300 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan awan panas guguran Gunung Merapi terjadi pada, Jumat 9 April 2021 pukul 17.26 WIB.

Berdasarkan pengukuran seismogram, awan panas guguran tercatat beramplitudo 20 mm dan durasi 111 detik. Jarak luncur mencapai 1.300 meter ke arah barat daya, sedangkan angin bertiup ke arah timur. 

Baca juga: Pangeran Philip Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun

Awan panas guguran juga terpantau pada hari yang sama, pukul 17.07 WIB. Seismogram mencatat amplitude 16 mm dan durasi 107 detik. Jarak luncur pada waktu itu mencapai 1.800 meter ke arah barat, dan tiupan angin mengarah ke timur. 

Sementara itu, pada Kamis lalu, 8 April 2021, gunung dengan ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini mengalami 2 kali gempa awan panas guguran, 127 kali gempa guguran, 7 kali gempa hybrid dan 1 kali gempa tektonik jauh. 

Terkait dengan aktivitas vulkanik saat ini, BPPTKG merekomendasikan beberapa langkah. Pertama, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan – barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca juga: WOW! Bakal Ada Pemekaran Provinsi di Papua, DPR RI Beberkan Hal Ini!

Editor: Firda Rachmawati

Sumber: BNPB

tags
Artikel Rekomendasi