KPI Tutupi Hasil Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual, Pakar Hukum Desak DPR Bentuk Tim Independen

Rinda Suherlina - Selasa, 14 September 2021, 20:31 WIB

Pakar Hukum dari Universitas Jambi, Arfa'i Sanifah MadjidPakar Hukum dari Universitas Jambi, Arfa'i Sanifah Madjid/Dokumentasi pribadi

FIXINDONESIA.COM - Dugaan pelecehan seksual di KPI telah diinvestigasi oleh Komisioner KPI. Di berbagai media tersiar kabar bahwa KPI tidak akan mempublikasikan hasil investigasi kepada publik. 

Menaggapi hal tersebut, Pakar Hukum dari Universitas Jambi, Arfa'i Sanifah Madjid mengatakan, seharusnya investigasi dilakukan oleh tim independen, bukan oleh lembaga KPI.

"Investigasi internal memiliki kelemahan sebab materi investigasi pasti berkaitan dengan personil dalam lembaga yang tentunya memiliki hubungan emosional dengan para pihak yang diperiksa tersebut," ujarnya kepada FIXINDONESIA.COM pada Selasa 14 September 2021. 

Baca juga: Link Streaming Bioskop Trans TV Malam Ini, Selasa 14 Setember 2021: Ada Film Escape Plan 2!

Menurut Arfa'i akan berbeda situasinya jika investigasi dilakukan oleh tim independen yang tidak memiliki hubungan emosional dengan pihak-pihak terkait.

"Berbeda jika dilakukan oleh tim independen akan memiliki keleluasaan untuk memeriksa dan tidak memiliki hubungan emosional dengan para pihak yang diperiksa," jelasnya.

Kendati demikian, pada prinsipnya kata ia KPI adalah lembaga independen yang bertanggungjawab kepada publik.

Artinya kata ia, KPI seharusnya mengumumkan apapun hasil investigasi internal yang dilakukan.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi