Kebakaran Kilang Minyak di Indramayu Disebabkan Petir? Ini Penjelasan Resmi BMKG

Siti Resa Mutoharoh - Selasa, 30 Maret 2021, 10:54 WIB

Ledakan kilang minyak pertamina Balongan IndramayuKebakaran Kilang Minyak di Indramayu Disebabkan Petir? Ini Penjelasan Resmi BMKG /Istimewa

FIXINDONESIA.COM - Beredar kabar bahwa kebakaran kilang minyak milik PT Pertamina RU VI di Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada Senin 29 Maret 2021 dini hari diduga akibat dari sambaran petir lantaran kejadian beriringan dengan hujan deras mengguyur kawasan tersebut. 

Menanggapi hal itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, berdasarkan alat monitoring lightining detector yang berlokasi di BMKG Jakarta dan BMKG Bandung dari pukul 00.00 sampai dengan pukul 02.00 WIB dipastikan tidak terdeteksi adanya aktivitas sambaran petir di wilayah Kilang minyak Balongan Indramayu

Terkait kejadian kebakaran yang menimpa kilang minyak Balongan-Pertamina di Indramayu, BMKG melakukan analisis terhadap kejadian sambaran petir di sekitar lokasi kilang minyak Indramayu pada jam perkiraan kejadian kebakaran tersebut. 

Baca juga: Pasca Insiden Kebakaran Kilang Balongan Indramayu, Pertamina Pastikan Distribusi BBM Tetap Aman

"Hasil monitoring alat kelistrikan udara bahwa pada 29 Maret 2021 pada pukul 00.00 sampai dengan 02.00 WIB, menunjukkan kerapatan petir berkumpul pada bagian barat kilang minyak Balongan sejauh kurang lebih 77 km yaitu disekitar Subang dengan klasifikasi tingkat kerapatan petirnya Sedang-Tinggi," sebagaimana dilansir FIXINDONESIA.COM dari keterangan resmi BMKG

Dijelaskan dalam keterangan tersebut, bahwa petir adalah kilatan listrik di udara yang disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif (+) dan negatif (–). Petir mempunya 3 type, yaitu dari awan ke awan, di dalam awan dan dari awan ke bumi. Petir yang paling berbahaya bagi kehidupan di bumi adalah dari awan ke bumi.

Baca juga: DPR Akan Panggil Direksi Pertamina Terkait Kebakaran Kilang Balongan Indramayu

BMKG melaksanakan monitoring aktivitas sambaran petir di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan lightning detektor di 56 lokasi.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: BMKG

tags
Artikel Rekomendasi