Kata BPOM Soal Invermectin: Hati-Hati Obat Keras Harus Diawasi Dokter

Siti Resa Mutoharoh - Jumat, 2 Juli 2021, 22:20 WIB

Ilustrasi: Prosedur penggunaan obat yang benarIlustrasi: Kata BPOM Soal Invermectin: Hati-Hati Obat Keras Harus Diawasi Dokter /Michal Jarmoluk/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Salah satu upaya pemerintah dalam mendapatkan obat untuk terapi COVID-19 dilakukan dengan menemukan obat baru atau obat yang sudah digunakan untuk penyakit lain, tetapi diduga memiliki potensi untuk pengobatan COVID-19.

Adapun penelitian untuk pencegahan maupun pengobatan COVID-19 yang sudah dipublikasikan menyatakan bahwa Ivermectin memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di laboratorium. 

"Akan tetapi, masih diperlukan bukti ilmiah yang lebih meyakinkan terkait keamanan, khasiat, dan efektivitasnya sebagai obat COVID-19 melalui uji klinik lebih lanjut," sebagaimana dilansir dari keterangan resmi BPOM

Baca juga: Kepala BPOM Wanti-Wanti Obat Ivermectin Tak Diperjualbelikan secara Bebas

Baca juga: Viral! Diduga Satgas Covid-19 Larang Wanita Hamil, Netizen Kompak Banjiri Kolom Komentar

Dijelaskan bahwa Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar di Indonesia untuk indikasi infeksi kecacingan (Strongyloidiasis dan Onchocerciasis). Ivermectin diberikan dalam dosis tunggal 150-200 mcg/kg Berat Badan dengan pemakaian 1 (satu) tahun sekali. 

"Ivermectin merupakan obat keras yang pembeliannya harus dengan resep dokter dan penggunaannya di bawah pengawasan dokter," jelasnya. 

Sebagai tindak lanjut untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COVID-19, di Indonesia tengah  uji klinik di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dengan melibatkan beberapa Rumah Sakit.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi