Jejak Kota: Sejarah 'Sate' di Gedung Sate

Rinda Suherlina - Sabtu, 21 Agustus 2021, 14:24 WIB

Gedung SateGedung Sate/Shammil Fachrial Suryapraja/Shammil Fachrial Suryapraja/FIX Indonesia

FIXINDONESIA.COM - Gedung Sate saat ini berfungsi sebagai Kantor Gubernur Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Diponegoro No.22 Bandung.

Sayap Timur Gedung Sate sekarang ditempati oleh Kantor Pusat Pos dan Giro yang pada tempo dulu disebut PTT.

Sedangkan bangunan tambahan pada sayap Barat, merupakan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat.

Gedung Sate pada Zaman Kolonial Belanda dikenal dengan nama bangunan Gouvernements Bedrijven disingkat "GB" atau Pusat Instansi Pemerintahan.

Baca juga: Begini Proses Evakuasi 26 WNI dari Afghanistan yang Sedang Konflik dengan Taliban

Awal bangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada tanggal 27 Juli 1920, oleh Nona Johanna Catherina Coops putri sulung Walikota Bandung B. Coops yang didampingi Nona Petronella Roeslofsen yang mewakili Gubernur Jenderal di Batavia.

Dikutip dari jabarprov.go.id pada awal tahun 1924 Gedung Hoofdbureau PTT rampung dikerjakan, disusul dengan selesai dibangunnya Induk Gedung Sate dan Perpustakaan Tehnik yang paling lengkap di Asia Tenggara, pada bulan September 1942.

Gedung Sate dirancang oleh arsitek Belanda Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients), dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari: Kol. Genie (Purn.) V.L. Slor dari Genie Militair, Ir. E.H. De Roo dan Ir. G. Hendriks yang mewakili Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU sekarang dan Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan bangunan Kotapraja) Bandung.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi