Jangan Sampai Salah! Ini Tata Cara Sholat Idul Fitri: Bacaan Niat, Jumlah Takbir Hingga Jumlah Rakaat

Siti Resa Mutoharoh - Rabu, 12 Mei 2021, 14:10 WIB

Ilustrasi MasjidIlustrasi Jangan Sampai Salah! Ini Tata Cara Sholat Idul Fitri: Bacaan Niat, Jumlah Takbir Hingga Jumlah Rakaat/Shammil Fachrial Suryapraja/FIX Indonesia

FIXINDONESIA.COM - Tata cara sholat Idul Fitri yang akan dilaksanakan, Kamis 13 Mei 2021 besok. 

Hukum sholat id (Idul Fitri) adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah tidak meninggalkannya hingga beliau wafat, kemudian ritual serupa dilanjutkan para sahabat beliau.  

Secara umum syarat dan rukun shalat id tidak berbeda dari shalat fardhu lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan. Tapi, ada beberapa aktivitas teknis yang agak berbeda dari shalat pada umumnya. Aktivitas teknis tersebut berstatus sunnah.

Baca juga: Tips Menghindari Makan Berlebihan Saat Lebaran Idul Fitri

Waktu shalat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu dhuhur. Berbeda dari shalat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat id, shalat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya. Hal demikian untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.

Shalat id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya. Namun, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah ketimbang tidak sama sekali.  

Berikut tata cara shalat idul Fitri secara tertib. Penjelasan ini berdasarkan kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus; atau al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji. 

Pertama, shalat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnatan li ‘îdil fithri”. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “ma'mûman” kalau menjadi makmum. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: NU Online

tags
Artikel Rekomendasi
terkait