Israel dan Sistem Apartheid

Siti Resa Mutoharoh - Jumat, 7 Mei 2021, 16:16 WIB

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)/Dokumentasi pribadi

Oleh :

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran)

FIXINDONESIA.COM - Kata “apartheid” biasanya identik dengan Afrika Selatan. Kata ini memang berasal dari Afrika Selatan, yang bermakna pemisahan atau segregasi. Pada tahun 1948, Afrika Selatan secara resmi menerapkan sistem pemerintahan apartheid yang memisahkan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik berdasarkan ras.

Kaum kulit putih memiliki status dan hak-hak yang jauh lebih besar dibandingkan kaum kulit hitam. Pada tahun 1994, rezim apartheid tumbang. Kini, di tahun 2021, tiba-tiba saja, Human Right Watch mengeluarkan laporan yang menyebut Israel sebagai pemerintahan apartheid.

Penyebutan Israel sebagai rezim apartheid sebenarnya sudah sering dilakukan oleh para pengamat, penulis, atau diplomat yang mendukung Palestina.

Konvensi Internasional 1973 tentang Penindasan dan Hukuman Kejahatan Apartheid dan Statuta Roma 1998 untuk Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mendefinisikan apartheid sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan yang terdiri dari tiga elemen utama: niat untuk mempertahankan dominasi satu kelompok ras atas yang lain;  penindasan sistematis oleh kelompok dominan atas kelompok yang terpinggirkan; dan tindakan tidak manusiawi.

Baca juga: Wow! Ada yang Baru di Facebook, Cek Fitur Terbarunya di Sini

Baca juga: Resep Membuat Smoothie untuk Berbuka Puasa

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi