Isi Lengkap Surat Didi Riyadi untuk Presiden Jokowi

Siti Resa Mutoharoh - Jumat, 16 Juli 2021, 12:50 WIB

Didi RiyadiIsi Lengkap Surat Didi Riyadi untuk Presiden Jokowi /@didiriyadi_official

FIXINDONESIA.COM - Aktor Didi Riyadi mengirimkan surat terbuka untuk presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Berikut ini isi lengkap surat Didi Riyadi untuk Jokowi: 

"SURAT TERBUKA DIDI RIYADI UNTUK PAK JOKOWI
Yang Terhormat: Bapak Presiden RI

Ir. Joko Widodo
Di Tempat

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh
Semoga Bapak beserta keluarga dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT.

Pertama-tama, izinkan saya memperkenalkan diri, saya adalah Didi Riyadi, salah seorang rakyat Bapak yang hidupnya selama 31 tahun ini didedikasikan untuk dunia seni dan hiburan Indonesia. Ini kali pertama saya membuat surat terbuka kepada Bapak sosok yang sangat saya hormati sebagai pemimpin bangsa. Surat terbuka ini bagian dari concern dan kepedulian saya kepada bangsa dan negara, harapannya bisa sampai serta didengar oleh istana dan pemerintah.
Kedua, sebagai salah seorang yang juga mencintai negeri ini, pada kesempatan yang baik ini saya datang kepada Bapak dengan kesungguhan untuk menyampaikan beberapa hal "curahan hati termasuk didalamnya apresiasi, keprihatinan dan pendapat saya tentang situasi kondisi aktual saat ini. Adapun yang ingin saya sampaikan adalah:

1. Pak, sudah setahun lebih kita dalam situasi keprihatinan yang tidak pernah kita impikan yaitu situasi very extraordinary akibat pandemi Covid-19. Kenyataannya kita benar-benar dalam wabah yang mendunia mengakibatkan semua orang harus beradaptasi dengan kenormalan baru termasuk mematuhi prokes dan aturan-aturan baru yang ditetapkan.
Dampaknya luar biasa dirasakan oleh masyarakat serta sangat memukul berbagai bidang terutama pada perekonomian, kesehatan, pendidikan, dunia seni dan hiburan serta bidang lainya.
2. Saya berterima kasih banyak kepada Bapak dan jajaran pemerintah dalam menangani situasi serta kondisi yang tidak mudah ini. Hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya dari kami masyarakat Indonesia atas ketegasan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak populer seperti PSBB di awal pandemi sampai dengan PPKM Darurat sekarang.
3. Tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya menyampaikan pendapat yang berkaitan dengan situasi kondisi terkini khususnya yang berhubungan dengan adanya wacana perpanjangan PPKM Darurat. Setelah saya telaah berdasarkan data sekunder yaitu pemberitaan berbagai media, media sosial maupun data primer melalui pengamatan serta pengalaman berinteraksi dengan beberapa kalangan masyarakat termasuk crew yang biasa bekerja sama dengan saya maka sebagai salah seorang rakyat yang juga terkena imbas dari sejak awal wabah, saya berpendapat sebagai berikut:

a. Menolak perpanjangan PPKM Darurat Jawa & Bali
Alasan;
1. Simple saja Pak, sudah pasti banyak yang kena imbasnya terlebih lagi soal perut, banyak yang tidak bisa kerja, tidak bisa menafkahi keluarga.
Faktanya:
a. Sejak awal pandemi sampai dengan sekarang banyak usaha yang gulung tikar, karyawan di-PHK-kan, seniman dan musisi tidak lagi bisa manggung.
b. Ternyata PSBB, PPKM atau pun hal sejenis tidak juga mampu meredam penyebaran Covid-19.
2. Perpanjangan PPKM Darurat tidak akan bisa selesaikan wabah, pilihannya. seperti buah simalakama, mati karena wabah atau mati karena kelaparan
b. Mengusulkan:
1. Lockdown atau karantina atau PPKM atau apapun namanya bisa diupayakan versi yang lebih ramah, yang berpihak pada masyarakat menengah ke bawah.
Faktanya:
a. Banyak orang seperti buruh harian atau lepasan yang hanya digaji kalau dia kerja terlepas pekerjaanya tidak kritikal dan tidak esensial bagi negara tapi kritikal dan esensial bagi keluarganya.
b. Mereka yang mendapatkan nafkah dari untung hasil dagangannya.
c. Mereka yang punya gaji monthly payroll yang jelas mungkin tidak merasakan imbasnya, tetapi bagaimana dengan rakyat yang tidak punya monthly payroll? Bisa tolong dicek jumahnya mereka yang tidak gajian bulanan sesuai dengan data BPS terkini.

2. Jika hasil PPKM Darurat Jawa & Bali tanggal 3 sd 20 Juli 2021 tidak berdampak signifikan dan berkorelasi dengan penurunan kasus covid maka mohon pertimbangan:
a. Mengevaluasi strategi kebijakan dan koordinasi antar lembaga
b. Sosialisasi dan edukasi semasif-masifnya tentang penanganan bagi yang terpapar Covid-19 dan pola hidup sehat untuk melawan Covid-19
c. Menggali ide dan terobosan baru dalam membuat kebijakan yang tidak melulu dan tidak hanya bersifat aturan, tetapi juga bersifat solutif bagi masyarakat yang terkena imbas ditetapkannya aturan itu
d. Mendorong pemerintah bukan hanya mengidentifikasi mereka yang terpapar Covid-19 tetapi juga mengidentifikasi mereka yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi dengan alat ukur yang tepat.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi