Intensitas Curah Hujan Tinggi Jadi Pemicu Longsor di PLTA Plengan

Agus Satia Negara - Kamis, 22 April 2021, 8:13 WIB

Lokasi bencana longsor di area PLTA Plengan, PangalenganLokasi bencana longsor di area PLTA Plengan, Pangalengan/Humas Kab Bandung

FIXINDONESIA.COM - Bencana longsor yang terjadi di area PLTA Plengan Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi.

Longsoran tanah dengan tinggi sekitar 100 meter dan lebar kurang lebih 45 m itu, merusak area jembatan dan gardu induk PLTA dan menimpa sebuah kendaraan roda 4. Namun tidak menimbulkan korban jiwa, karena unit PLN saat kejadian sedang tidak beroperasi.

Penjabat (Pj.) Bupati Bandung Dedi Taufik mengatakan, lokasi bencana longsor atau pergeseran tanah di Pangalengan. Longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB pada 19 April 2021, tepatnya di area PLTA Plengan Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan, setelah turun hujan dengan intensitas tinggi di kawasan tersebut.

“Saat ini penanganan rescue dulu, evakuasi supaya lokasinya kondusif. Ke depan harus antisipasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Terutama saat menghadapi cuaca ekstrim yang tidak bisa diprediksi,” ucap Pj. Bupati di sela peninjauan, Rabu 21 April 2021.

Dedi Taufik mengatakan, meskipun pembangkit listrik masih bisa berfungsi, namun kejadian serupa harus bisa diantisipasi ke depannya. Keberadaan obyek vital seperti PLTA, harus menjadi perhatian semua pihak.

Baca juga: Shio Hari Ini, Kamis 22 April 2021: Tikus, Lembu, Harimau dan Kelinci

“Mulai dari sumbernya, saluran dan lain sebagainya, termasuk bagaimana melakukan maintain atau rewarning ke depan harus sama-sama. Beberapa hari ke depan, kita akan rapat menyeluruh dengan provinsi dan Indonesia Power,” tutur Dedi.

Lokasi longsor di Desa Pulosari berbatasan dengan Desa Margamulya dan Lamajang. Oleh karenanya Dedi mengimbau warga sekitar Desa Pulosari, Lamajang dan Margamulya untuk meningkatkan kewaspadaan. "Dikhawatirkan adanya potensi banjir bandang yang bisa terjadi dampak dari longsoran itu,” katanya pula.

Editor: Agus Satia Negara

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terkait