Indeks Pendidikan dan Kesehatan di Kabupaten Bandung Meningkat

Firda Rachmawati - Minggu, 4 April 2021, 20:17 WIB

ilustrasi: BSU Rp1,8 juta bagi tenaga kependidikanilustrasi: pendidikan/FIXINDONESIA.COM/Kemdikbud.go.id

FIXINDONESIA.COM - Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bandung Asep Sukmana menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung terus meningkat setiap tahunnya.

IPM Kabupaten Bandung pada 2016 berada di angka 70,69 poin, 2017 di angka 71,02 poin, 2018 di angka 71,75 poin dan 2019 berada di angka 72,41 poin.

Asep mengatakan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, IPM tahun 2020 mencapai 72,39 poin atau menurun 0,02 poin dibandingkan tahun 2019.

Baca juga: Kemenhub Siap Terbitkan Peraturan Pengendalian Transportasi pada Masa Idul Fitri 2021

Lebih lanjut, kata Asep, angka capaian 2020 tersebut merupakan kontribusi dari indeks pendidikan (65,12 poin), kesehatan (82,35 poin) dan daya beli (70,74 poin). 

"Kita bisa berbangga, karena indeks pendidikan dan kesehatan masih bisa naik. Turunnya indeks daya beli cukup wajar, mengingat kondisi pandemi. Karenanya kita terus dorong melalui fokus pemulihan ekonomi. Kalau ekonomi sudah pulih, daya beli tentu akan meningkat kembali," ujar Plh. Bupati beberapa waktu lalu di Gedung DPRD Soreang.

Indeks pendidikan yang direpresentasikan dengan angka Harapan Lama Sekolah (HLS), kata Asep mencapai 12,69 tahun, naik dibandingkan 2019 (12,68 tahun). Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) 2020 yang mencapai 8,96 tahun, juga menunjukkan kenaikan dibanding 2019 (8,79 tahun).

Baca juga: 27.808 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Bima

Editor: Firda Rachmawati

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi