Idul Fitri dan Tradisi Silaturahmi

Siti Resa Mutoharoh - Senin, 10 Mei 2021, 9:49 WIB

Anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota BogorIdul Fitri dan Tradisi Silaturahmi/Dok.Pribadi

Oleh:
Mahfud Hidayat Lukman (Anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Kota Bogor)

FIXINDONESIA.COM - Ramadan tahun ini sudah pergi. Kita menunggunya 11 bulan lagi untuk kembali. Gema takbir, tahmid, dan tahlil pun saling bersahut di malam Idul Fitri. Semua merayakan hari kemenangan dengan sepenuh hati.

Lepas dari jeratan hawa nafsu yang menyebabkan jiwa merugi. Menahan rasa lapar dan dahaga di siang hari. Mengekang segala hal yang dapat mengikis pahala puasa di akhirat nanti.

Allahu akbar wa lillahil hamd. Allah Mahabesar. Segala puji hanya bagi-Nya. Idul Fitri tahun ini mirip dengan tahun sebelumnya. Tidak ada mudik ke kampung halaman. Tidak ada kunjungan antar keluarga dan sesama teman. Meski ada namun dalam suatu batasan.

Kondisi pandemik ini yang memaksa kita untuk menjaga jarak dan hubungan. Sebab gugus tugas covid-19 masih merasa belum aman. Merebaknya kasus baru cukup mengganggu. Relaksasi yang sempat longgar akhirnya diperketat kembali. 

Baca juga: Israel dan Sistem Apartheid

Di sisi lain, Idul Fitri memiliki cerita sendiri. Selain sebagai hari raya bagi kaum muslimin, ia adalah tradisi yang mengakar kuat di tengah masyarakat. Khususnya di wilayah Indonesia dan seantero belahan dunia pada umumnya.

Sebagai hari raya, Idul Fitri merupakan salah satu hari besar yang istimewa bagi umat Islam selain Idul Adha. Pertama kali dirayakan pada tahun ke-2 setelah Nabi hijrah ke Madinah. Tepatnya pada tanggal 1 Syawal, usai kaum muslimin melaksanakan kewajiban puasa di bulan Ramadan. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terkait