Hukum Pinjaman Online Menurut MUI

Siti Resa Mutoharoh - Kamis, 8 Juli 2021, 14:31 WIB

Ilustrasi pinjaman onlineIlustrasiHukum Pinjaman Online Menurut MUI /Pixabay/mohamed_hassan

FIXINDONESIA.COM - Hukum pinjaman online (pinjol) menurut Majelis Ulama Indonesia). 

Di era digital pinjaman online menjadi tren di masyarakat kekinian. Kemudahan di dalam meminjam uang, hanya bermodalkan foto dengan KTP, membuat banyak orang terlibat tergiur hingga terjerat ke dalamnya.

Lalu bagaimana hukum pinjaman online menurut MUI

Baca juga: Mantan Presiden Afrika Selatan Serahkan Diri ke Polisi, Ini Kasusnya

Baca juga: Sekda Kabupaten Bandung Barat Diperiksa KPK

Pinjaman online yang menjanjikan kemudahan–terlebih di era pandemi–dipandang lebih efektif, cepat dan mudah daripada harus bertemu secara langsung di lokasi untuk melakukan transaksi utang piutang.

Dalam rilis OJK (Otoritas Jasa Keuangan), hingga 22 Januari 2021 terdapat 148 penyedia jasa pinjol yang sudah legal, antara lain seperti, Danamas, Investree, Amartha, Dompet Kilat, Toko Modal, Uang Teman dan lainnya.

Namun demikian, sarana modern yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi pinjaman online pada praktiknya menyisakan banyak problem di masyarakat.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: Majelis Ulama Indonesia

tags
Artikel Rekomendasi