“Hoax” atau Berita Bohong dan Cakupan Vaksinasi di Indonesia

Siti Resa Mutoharoh - Kamis, 5 Agustus 2021, 14:33 WIB

Budi Sujatmiko, dr. , M.Epid“Hoax” atau Berita Bohong  dan Cakupan Vaksinasi di Indonesia/Dok. Istimewa

Oleh:
Budi Sujatmiko, dr., M.Epid. (Epidemiolog FK UNPAD)

FIXINDONESIA.COM - Patut disyukuri bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang menjamin kebebasan berekspresi. Setiap warga negara dijamin melalu Undang-Undang untuk mengekspresikan ide dan gagasannya dengan santun tanpa mengandung SARA (Suku, Agama, Ras). Masyarakat bebas membuat dan menyebarkan informasi dalam bentuk video, photo, dan suara  dan mempublikasikannya pada media sosial yang ada. 

Semakin majunya teknologi informasi dan semakin murah biaya  akses internet di Indonesia, mmembuat masyarakat Indonesia dibanjiri oleh infomasi dari beragam topik dan sumber. Ribuan bahkan jutaan informasi baru muncul setiap hari dengan format yang berbeda-beda terutama melalui media social, dan informasi kesehatan adalah salah satu yang paling banyak diakses oleh masyarakat.

Namun, kemudahan akses akan informasi ini membuat informasi bohong atau “miss-informasi” semakin mudah menyebar dan membahana. Berita atau informasi bohong menyebar dengan cepat baik secara individu ataupun kelompok melalui grup perpesanan. Informasi yang salah ini jika terjadi secara kontinyu dan terus-menerus dapat mempengaruhi sikap dan perilaku  individu dalam bermasyarakat.

Baca juga: Heboh Influencer Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Cek Faktanya di Sini

Baca juga: CEK FAKTA: Adakah Orang yang Kebal Virus Corona?

Secara definisi hoax atau berita bohong didefinisikan sebagai informasi atau berita yang berisi hal-hal  yang  belum  pasti  atau  yang  benar-benar  bukan  merupakan  fakta  yang  sesungguhnya terjadi. Hoaks sudah ditemukan sejak ratusan tahun lalu sekitar tahun 1620 M, dan salah satu hoaks yang paling terkenal adalah berita palsu kematian ‘John Patridge’ untuk membenarkan ramalannya sendiri. Dalam perjalanannya hoaks memiliki berbagai bentuk lain seperti: miss-informasi, “clickbait”, “fake news”, propaganda bahkan satire. 

Pada situasi pandemik saat ini, satgas Covid-19 dengan “Hoaks buster”-nya selama pandemik berlangsung telah menemukan ± 1056 informasi hoaks yang beredar di masyarakat. Informasi bohong ini memencakup topik yang luas mulai dari efek samping vaksinasi sampai teori konspirasi terkait pandemic covid-19. Informasi ini tersebar dalam berbagai platform mediasosial bahkan situs berita. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi