Hilang Isi Dunia Islam

Siti Resa Mutoharoh - Jumat, 14 Mei 2021, 10:40 WIB

Affabile Rifawan Dosen FISIP UnpadHilang Isi Dunia Islam/Dokumentasi pribadi

Oleh
Affabile Rifawan
Dosen HI FISIP Unpad

FIXINDONESIA.COM - Dunia Islam kehilangan “isi”nya pada konflik Palestina-Israel terbaru ini terkait dengan insiden Sheikh Zarrah maupun penyerangan Jemaah Masjidil Aqsha oleh para pemukim illegal Israel dan petugas keamanan disana. Memang ini bukan pertama kali Dunia Islam kehilangan “isi”nya akan tetapi kondisi saudara seiman dan seislam Palestina semakin terpojok dengan keadaan seperti ini. 

Setelah perang dunia ke 2 usai kemudian disusul dengan Deklarasi Balfour 1947, keadaan Palestina terus terpojok, ditambah lagi dengan kekalahan Negara-negara mayoritas Muslim lewat perang 6 hari.

Suriah sampai harus melepaskan dataran tinggi Golan, Mesir kehilangan Semenanjung Sinai walaupun pada akhirnya dapat dikembalikan lewat perjanjian damai Israel-Mesir 1979 kecuali wilayah Taba. Sampai sekarang keadaan semakin tidak menentu karena semua negara mayoritas Muslim tidak memiliki power yang setara dengan hegemoni AS atau China saat ini.

Baca juga: Catat Tanggalnya! Polri Akan Perpanjang Masa Operasi Ketupat 2021

Baca juga: Daftar Pemenang Penghargaan Baeksang Arts Award 2021

Setelah kejadian pemboman WTC tahun 2001, negara-negara mayoritas muslim di Timur Tengah semakin tidak baik, Afganistan dilanda perang, Iraq sampai saat ini tidak stabil, Libya dilanda konflik yang tidak berkesudahan, bahkan yang terbaru, Sudan mengalami segregasi wilayah dan penggulingan rezim, Yaman mengalami perang sipil yang sulit dihentikan serta Suriah yang semakin tidak jelas dan rumit kondisinya. DItambah lagi dengan Libanon yang saat ini dilanda krisis ekonomi yang cukup parah.

Negara-negara yang lain memang ada yang stabil seperti Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Qatar, Iran, Turki, Malaysia, Mesir, atau bahkan negara kita yang merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia. Akan tetapi, stabilitas itu tidak terlalu berarti karena posisi tawarnya masih belum cukup kuat untuk memaksa Israel tidak agresif terhadap Palestina

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terkait