Heboh Kapal Perang China Wara-wiri di Natuna, Begini Asal Sengketa di Kawasan Laut Natuna Utara

Rinda Suherlina - Sabtu, 18 September 2021, 11:00 WIB

Ilustrasi lautIlustrasi laut/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Baru-baru ini geger kabar mengenai keberadaan enam kapal perang China yang mondar-mandir di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Sementara Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) 1 Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah dalam keterangan yang tersiar di media mengatakan, nelayan Indonesia tidak perlu khawatir saat memancing dan berlayar di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Pasalnya kata ia di wilayah klaim ZEE ini, nelayan Indonesia boleh melaksanakan eksplorasi, karena ini merupakan hak berdaulat Indonesia. 

Lalu seperti apa asal mula sengketa di kawasan Laut Natuna Utara?

Kawasan Laut China Selatan meliputi perairan dan daratan yang sangat luas. Dari gugusan kepulauan dua pulau besar, yakni Spratly dan Paracels, serta bantaran Sungai Macclesfield dan Karang Scarborough. Kawasan ini terbentang dari Selat Malaka hingga ke Selat Taiwan. Luas keseluruhan perairan ini mencapai 3,5 juta meter persegi.

Baca juga: Selamat, Bansos PKH Tahap 3 Cair! Ini Daftar Orang Penerimanya

Karena bentangan wilayah yang luas dan juga sejarah penguasa tradisional yang silih berganti pada kawasan ini di masa lalu, kini beberapa negara seperti Tiongkok, Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam, terlibat saling klaim atas sebagian ataupun seluruh wilayah perairan tersebut. Laut China Selatan jadi perairan yang rawan konflik setelah pemerintah Tiongkok mengklaim hampir 90 persen wilayah ini.

Bicara sejarah sengketa Laut China Selatan muncul pertamakali pada dasawarsa 1970-an, berulang kembali di dasawarsa 1980-an, dan terjadi lagi pada dasawarsa 1990-an, pun tak kurang memanasnya memasuki dasawarsa 2010 dan bahkan hingga kini.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi