Heboh Bunga Edelweiss Dipetik Aurel-Atta, Yuk Simak Begini Asal Muasal Ditemukannya Anaphalis Javanica

Siti Resa Mutoharoh - Rabu, 16 Juni 2021, 20:10 WIB

EdelweisHeboh Bunga Edelweis Dipetik Aurel-Atta, Yuk Simak Begini Asal Muasal Ditemukannya Anaphalis Javanica/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Baru-baru ini, istri Atta Halilintar,  Aurel Hermansyah dikritik netizen lantaran diduga memetik bunga edelweis atau Anaphalis javanica yang dilindungi dan dilarang untuk dipetik.

Sementara itu, Atta pun langsung mengklarifikasi bahwa bunga Edelweis yang dipegang Aurel saat berfoto itu dibeli dari seorang penjual bunga yang menawarkan padanya.

Lantas bagaimana sebenarnya asal mula Bunga Edelweis pertama kali ditemukan? Berikut ini penjelasannya. 

Edelweiss Jawa (Javanese Edelweiss) atau yang memiliki nama ilmiah Anaphalis Javanica biasanya tumbuh tidak lebih dari 1 meter. Tapi dalam kondisi tertentu, tumbuhan itu juga bisa mencapai ketinggian tumbuh hingga 8 meter, dengan batang sebesar kaki manusia.

Baca jugaSegera Ambil HP dan Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK KTP untuk Dapatkan BST Rp300 Ribu Bulan Juni 2021

Tumbuhan yang sering disebut sebagai bunga abadi ini mampu hidup di atas tanah yang tandus dan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di pegunungan. Bunga-bunga edelweiss tumbuh saat musim hujan berakhir saat sinar matahari sedang insentif, di antara April hingga September.

Jika sudah mekar biasanya bunga ini banyak didatangi oleh sekitar 300-an lebih jenis serangga, yaitu kupu-kupu, lalat, kutu, lebah, tabuhan, dan lain-lain. Bunga Edelweiss Jawa biasanya tumbuh di tempat dengan ketinggian kira-kira 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) ke atas, tergantung suhu udara dan kelembapan.

Bunga Edelweiss terbilang langka, karena jarang ditemukan ada bunga yang dapat tumbuh di daerah pegunungan. Di Indonesia, khususnya di pegunungannya, juga temukan Edelweiss jenis lain, yakni Anaphalis Javanica, yaitu jenis Leontopodium Alpinum yang hanya bisa ditemukan di sepanjang pegunungan Alpen di Eropa dan Gunung Semeru Indonesia.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: Indonesia.go.id

tags
Artikel Rekomendasi
terkait