Hans Cristian Andersen, Menumbuhkan Nalar Kritis Anak Melalui Buku

Agus Satia Negara - Jumat, 2 April 2021, 18:09 WIB

Nuni Nurbayani Anggota KPU Kabupaten GarutNuni Nurbayani Anggota KPU Kabupaten Garut/Dokumentasi pribadi

Oleh: Nuni Nurbayani (Anggota KPU Kabupaten Garut dan Akademisi)

FIXINDONESIA.COM - Tidak kurang dari 27 judul buku anak yang Hans Andersen Cristian (Andersen) tulis. Beberapa yang begitu terkenal, di antaranya; Itik Buruk Rupa, Ratu Salju, Putri Duyung Kecil, Gadis Penjual Korek Api dan lain sebagainya. Tidak salah jika kelahirannya 2 April 1805 berabad-abad kemudian diperingati sebagai Hari Buku Anak Sedunia (World Children’s Book Day). 

Karena bukunya tidak sekedar dongeng pengantar tidur. Namun, sebuah maha karya yang tetap diingat dan abadi, menginspirasi banyak film, drama dan film animasi. 

Bagi generasi milenial seperti saya yang lahir diantara tahun 1980-2000 karya Andersen bisa dinikmati dalam film animasi. Gadis penjual korek api, beberapa kali pernah saya tonton di saat hari Natal, atau hari-hari libur lainnya. 

Cerita fiksi yang sarat kebajikan, mengandung nilai-nilai universal. Dan yang paling umum dilihat dari cerita-cerita Andersen adalah pelajaran bagaimana tokoh utama dalam karakter fiksinya bertahan menghadapi kesulitan. Ini merupakan pelajaran yang sudah semestinya diajarkan kepada anak sejak dini.

Nilai-Nilai Pada Buku Andersen

Baca juga: Tinjau Lokasi Bom Makassar, Wakil Ketua DPR RI: Jemaat Jangan Takut Beribadah di Gereja

Andersen yang lahir di Odese, Denmark meninggal pada usia 70 tahun, tepatnya pada tanggal 4 Agustus 1875, ia bukan hanya sekedar penulis dongeng tapi juga seorang penyair. Buku-buku Andersen sebetulnya lebih mudah ditemukan saat ini. 

Editor: Agus Satia Negara

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi
terkait