Halal Bihalal, Tradisi Hari Raya Idul Fitri yang Hanya Ada di Indonesia

Firda Rachmawati - Minggu, 16 Mei 2021, 22:11 WIB

Dosen Sastra Arab Unpad Nandang NursalehDosen Sastra Arab Unpad Nandang Nursaleh

FIXINDONESIA.COM - Hari Raya Idul Fitri biasanya identik dengan tradisi halal bihalal. Meski kata-katanya berasal dari bahasa Arab, tapi baik acara maupun kata-katanya tidak terdapat di negeri asalnya, Arab.

Istilah halal bihalal juga tidak terdapat dalam kamus Arab. Justru, istilah tersebut sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti hal maaf-memaafkan setelah puasa ramadan).

"Sebagai sebuah istilah yang tidak dilahirkan dari ibu pertiwinya, halal bihalal melahirkan tradisi unik yang juga hanya terjadi di Indonesia," ujar Dosen Sastra Arab Universitas Padjadjaran (Unpad) Nandang Nursaleh.

Baca juga: Sejarah Halal Bihalal, Populer Lewat Panggung Politik hingga Teriakan Pedagang Martabak

Nandang mengatakan, di negara-negara Arab dan Timur Tengah halal bihalal tidak dilakukan secara masif, tetapi secara substansi tetap ada.

Ucapan selamat yang didengungkan untuk merayakan Idul fitri adalah Kullu am wa antum bi khair atau kullu sanah wa antum thayyibin (semoga sepanjang tahun Anda dalam keadaan baik-baik), atau Ied Mubarak (Selamat hari raya yang diberkahi). Namun, ucapan tersebut dinilai tidak membudaya di Indonesia

"Ucapan yang populer di kita adalah: minal aidin wal faizin yang memiliki arti menjadi orang-orang yang kembali dan menang. Ungkapan itu merupakan penggalan paksa dari kalimat: Ja’alanallāhu waiyyākum minal āidin wal fāizin yang berarti semoga Allah menjadikan aku dan kamu termasuk ke dalam orang-orang yang kembali dan menang," tuturnya.

Baca juga: Masuk Wilayah Jabodetabek, Pemudik Wajib Bawa Hasil Swab

Editor: Firda Rachmawati

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi