Guru Besar Hukum Pidana Internasional Sebut Mochtar Kusumaatmadja Tak Perlu Diusulkan jadi Pahlawan, Ternyata Begini Alasannya

Siti Resa Mutoharoh - Selasa, 8 Juni 2021, 14:49 WIB

RomliGuru Besar Hukum Internasional Sebut Mochtar Kusumaatmadja Tak Perlu Diusulkan jadi Pahlawan, Ternyata Begini Alasannya /tangkapan layar webinar

FIXINDONESIA.COM - Guru Besar Hukum Pidana Internasional di Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Romli Atmasasmita mengatakan, gelar pahlawan untuk Mochtar Kusumaatmadja seharusnya tidak perlu diusulkan.

Pasalnya menurut Romli, pemerintah mestinya sudah tahu bahwa sumbangsih Mochtar Kusumaatmadja untuk tanah air bisa menjadi acuan bahwa Bapak hukum internasional itu layak mendapatkan gelar Pahlawan nasional.

"Kalau ada keinginan menjadikan Prof Mochtar sebagai pahlawan saya setuju, tidak perlu diusulkan, seharusnya pemerintah tahu diri mana yang layak jadi pahlawan dan tidak layak, jika melihat sumbangsih ke Indonesia maka tidak perlu dimintakan," ungkap Romli dalam Webinar Fakultas Hukum Unpad, bertajuk "Prof.Mochtar Kusumaatmadja: Kehebatan Akademik & Pahlawan Nasional", Selasa 8 Juni 2021. 

Baca jugaWagub UU Ruzhanul Ulum Positif Covid-19, Ridwan Kamil Ungkap Kabar Terkininya

Baca jugaTerungkap! Ternyata Ini Alasan Stafsus Presiden Mendadak Datangi Gubernur DIY

Dalam hal ini, lanjutnya, semestinya Menteri Luar Negeri (Menlu) segera turun tangan agar penetapan pahlawan untuk Mochtar Kusumaatmadja segera direalisasikan, tanpa perlu melewati prosedur yang dinilai rumit. 

"Kenapa tidak Menlu saja yang turun tangan, karena prosedur berbelit, setumpuk syarat itu (penetapan seseorang layak dijadikan pahlawan nasional) tidak pantas untuk pak Mochtar, karena ini terlalu istimewa, mudah-mudahan didengar oleh pemerintah, sampaikan kepada presiden tidak perlu administrasi langsung saja tetapkan jadi pahlawan," sambungnya. 

Dalam webinar tersebut, Romli juga menyampaikan kisahnya ketika menjadi murid Prof. Mochtar Kusumaatmadja. Romli menyebutkan, bahwa almarhum Prof. Mochtar selalu berpesan bahwa kejujuran adalah esensi dari sebuah ilmu. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi