Eks Koruptor Emir Moeis Jadi Komisaris, Politikus Demokrat Singgung Jargon Akhlak BUMN

Rinda Suherlina - Jumat, 6 Agustus 2021, 14:18 WIB

Izedrik Emir MoeisIzedrik Emir Moeis/Laman resmi PT Pupuk Iskandar Muda.

FIXINDONESIA.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mengkritik Menteri BUMN Erick Tohir yang dinilai tidak mengedepankan jargonnya dalam menunjuk komisaris di perusahaan pelat merah, maupun anak usahanya.

Terlebih kata ia terhadap perusahaan yang mengalami krisis keuangan, menurutnya posisi itu harus dijabat orang-orang yang kompeten.

“Dengan jargon BUMN Akhlak (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) harusnya jargon ini dikedepankan, dan dilaksanakan secara konsisten, profesionalitas dan sesuai moral,” ujar Herman dalam rilisnya, Kamis 5 Agustus 2021.

Baca juga: Cepat Penuhi 6 Syarat Ini, Bansos Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Rp1 Juta Masuk ke Rekening

Hal tersebut ia sampaikan seiring dengan mencuatnya kabar diangkatnya mantan terpidana korupsi Izedrik Emir Moeis menjadi komisaris di anak perusahaan BUMN.

Politisi Partai Demokrat itu menduga adanya praktik pengelolaan perusahaan yang lebih mengedepankan cara pandang politis, sehingga pada akhirnya menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“(BUMN) Masih beroperasi saja sudah bagus, itu pun ditopang karena adanya subsidi pupuk. Oleh karenanya jangan dibebani lagi dengan tambahan komisaris, apalagi kontroversial. Jika dikelola secara profesional, tidak akan menimbulkan kegaduhan, ini kan dikelola secara politis," terangnya.

Baca juga: Eks Koruptor Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi