Dunia Anak dan Penyiaran

Rinda Suherlina - Jumat, 23 Juli 2021, 18:44 WIB

Mahbub Ubaedi Alwi (Wasekjen PB PMII/Alumni Fikom Unpad)Mahbub Ubaedi Alwi (Wasekjen PB PMII/Alumni Fikom Unpad)/Dokumentasi pribadi

Oleh :
Mahbub Ubaedi Alwi
(Wasekjen PB PMII/Alumni Fikom Unpad) 

FIXINDONESIA.COM - Kondisi pandemi saat ini telah  mempengaruhi banyak aktifitas masyarakat, termasuk pendidikan dipaksa untuk sementara waktu beralih ke virtual.

Menurut data publikasi riset dari Nielsen di ahir 2020 lalu, kondisi tersebut berpengaruh pada meningkatnya aktifitas penggunaan teknologi informasi baik melalui televisi, gadget maupun media sosial lainnya.

Hal ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, akan tetapi juga bahkan oleh anak-anak sekalipun. 

Teknologi informasi, media massa dan sejenisnya, memiliki peranan yang vital dalam penyebarluasan informasi melalui berbagai produk siaran yang dimunculkan.

Produk siaran baik berupa film, iklan, sinetron, berita, atau konten medsos lainnya cepat atau lambat akan mempengaruhi pola pikir, tindakan dan perilaku masyarakat, tidak terkecuali oleh anak-anak yang rentan literasi dan mudah meniru apa yang sering ditonton dan dilihat. 

Kita sering mendengar adagium yang mengatakan bahwa “Dunia anak adalah dunia meniru”. Adagium ini sejalan dengan Teori Pembelajaran Sosial dari Bandura yang mengungkapkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya datang dari pengalaman secara langsung. Namun juga bisa datang dari peniruan atau peneladanan atas apa yang dilihat.

Baca juga: Link Live Streaming Pembukaan Olimpiade Tokyo 2020

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi