Dugaan Pelecehan di KPI, Polisi Sebut Korban Belum Pernah Melapor dan Tak Buat Pesan Berantai

Rinda Suherlina - Kamis, 2 September 2021, 15:41 WIB

KPI akhirnya menindaklanjuti tayangan Suara Hati Istri Zahra yang sempat dikecam netizenKPI akhirnya menindaklanjuti tayangan Suara Hati Istri Zahra yang sempat dikecam netizen/kpi.go.id

FIXINDONESIA.COM - Baru-baru ini beredar narasi pengakuan di grup WhatsApp pria berinisial MS mengaku jadi korban pelecehan seksual di lingkungan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Dalam narasi pengakuan tersebut, MS mengaku telah dibully selama 2 tahun. Pria yang mengaku berinisial MS itu juga menuliskan sederet nama dan juga jabatan di lingkungan KPI yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

"Yang Terhormat Presiden Joko Widodo, saya seorang Pria, berinisial MS, hanya ingin mencari nafkah di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, saya hanya ingin bekerja dengan benar, menunaikan tugas dari pimpinan, lalu menerima gaji sebagai hak saya, dan membeli susu bagi anak semata wayang saya," tulisnya.

Baca jugaApa Itu Boccia? Cabang Olahraga Paralimpiade Tokyo 2020 yang Tidak Diikuti Tim Indonesia

"Sepanjang 2012-2014, selama 2 tahun saya dibully dan dipaksa untuk membelikan makan bagi rekan kerja senior. Mereka bersama sama mengintimidasi yang membuat saya tak berdaya. Padahal kedudukan kami setara dan bukan tugas saya untuk melayani rekan kerja. Tapi mereka secara bersama sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," lanjutnya.

"Sejak awal saya kerja di KPI Pusat pada 2011, sudah tak terhitung berapa kali mereka melecehkan, memukul, memaki, dan merundung tanpa bisa saya lawan. Saya sendiri dan mereka banyak. Perendahan martaba saya dilakukan terus menerus dan berulang ulang sehingga saya tertekan dan hancur pelan pelan," katanya.

MS mengaku dalam rilis yang tersebar itu, dilecehkan hingga stres namun ia harus bertahan lantaran harus mencari nafkah.

"Pelecehan seksual dan perundungan tersebut mengubah pola mental, menjadikan saya stres dan merasa hina, saya trauma berat, tapi mau tak mau harus bertahan demi mencari nafkah. Harus begini bangetkah dunia kerja di KPI? Di Jakarta?," katanya.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi