Dilaporkan Balik Pelaku, Bagaimana Nasib Korban Pelecehan KPI? Begini Kata Pakar Hukum Pidana Unpad

Rinda Suherlina - Rabu, 8 September 2021, 11:35 WIB

Ilustrasi pelecehan seksualIlustrasi pelecehan seksual/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Pakar Hukum Pidana Universitas Padjadjaran (Unpad), Nella Sumika Putri mengatakan, fenomena pelaporan balik terhadap korban pelecehan seksual di KPI Pusat adalah yang dikhawatirkan sejak awal.

"Ini merupakan fenomena yang dari awal sudah saya sampaikan, ketakutan dari kasus seperti ini adalah pelaporan balik oleh terduga tindak pidana, dan ini sudah beberapa kali terjadi dengan menggunakan pasal pencemaran nama baik. Dan isunya (pelecehan di KPI) menggunakan UU ITE," kata Nella kepada FIXINDONESIA.COM pada Rabu 8 September 2021.

Kata Nella kasus-kasus serupa tentang pelecehan yang kemudian korban justru dilaporkan balik dengan tuduhan pencemaran nama baik sudah beberapa kali terjadi, salah satunya kasus Baiq Nuril.

Baca juga: Nafa Urbach Geram Karena Diteror Oknum Pinjol, Bakal Lapor Polisi!

"Terkahir kasusnya Baiq Nuril yang malah korbannya menjadi pelaku," kata Nella.

"Kalau setiap orang melapor kemudian jadi terduga pencemaran nama baik, apa yang terjadi? Jaminan dari negara seperti apa? Karena pasal ini menjadi seperti senjata yang dipakai terutama ketika bersuara di medsos," kata Nella.

Menurut Nella, dalam kasus pelecehan seksual di KPI apabila melihat dari unsur delik, pasti memenuhi dan bisa dilaporkan balik.

Namun, kata ia penegak hukum harus melihat secara rinci kasus tersebut termasuk konteks korban menyebarluaskan laporannya.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi