Data Peserta BPJS Bocor, Bukti Negara Belum Berikan Perlindungan kepada Warga Negara

Fikri Azhari Fuadilah - Minggu, 23 Mei 2021, 17:40 WIB

Pengamat hukum Universitas Jambi Arfa'i Sanifah MadjidPengamat hukum Universitas Jambi Arfa'i Sanifah Madjid

FIXINDONESIA.COM - Kebocoran data berjumlah 279 juta warga yang dijual oleh peretas di Raid Forums mengindikasikan bahwa negara belum mampu memberikan perlindungan kepada warga negaranya.

Hal ini disampaikan oleh Pakar Hukum Universitas Jambi Arfa'i Sanifah Madjid, Minggu 23 Mei 2021.

Menurutnya, salah satu tujuan negara republik Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 adalah perlindungan terhadap warga negara Indonesia, dalam hal ini termasuk data pribadi yang sifatnya rahasia. 

Baca juga: 21 Pelari Tewas Usai Diterjang Cuaca Ekstrem di Pegunungan China

Kemudian selain itu, UU ITE juga didasari pada perlindungan warga negara di dunia siber.

"Kebocoran ini menunjukkan tidak mampunya pemerintah melindungi pribadi warga negara dan menyebabkan hilangnya rasa aman dari setiap warga negara. Pasal 28G ayat 1 menjamin perlindungan diri dan hak atas rasa aman," ungkapnya kepada FIXINDONESIA.COM.

Diduga kuat, data yang bocor merupakan data peserta BPJS. Hal itu dikarenakan data sampel yang dijual tersebut kuat identik dengan data para peserta BPJS berupa kode dalam sistem antara lain nomor kartu, kode kantor, data tanggungan dan status pembayaran.

Baca juga: Kominfo Dikomentari Netizen Usai Blokir Situs Penjual Data Penduduk Indonesia

Editor: Firda Rachmawati

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi