Data Pengguna Aplikasi e-HAC Bocor, Guru Besar Unhas: Segera Investigasi Terbuka!

Rinda Suherlina - Selasa, 31 Agustus 2021, 19:52 WIB

Ilustrasi kebocoran data pribadiIlustrasi kebocoran data pribadi/Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Dugaan kebocoran data pribadi kembali terjadi di baru-baru ini. Kali ini menimpa aplikasi e-HAC yang dikelola Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Teknologi Informasi yang juga Guru Besar Universitas Hasanuddin Judhariksawan mengatakan, kebocoran data pada e-HAC merupakan masalah serius cyber-security.

"Kebocoran data telah terjadi untuk kesekian kalinya. Hal ini menunjukkan persoalan cyber-security adalah masalah serius," ujarnya kepada FIXINDONESIA.COM pada Senin 31 Agustus 2021. 

Baca juga: Spoiler Ikatan Cinta Malam Ini 1 Agustus 2021, Sikap Nino Bakal Menimbulkan Kebencian Elsa Pada Reyna?

Menurut Judha data pribadi yang tersimpan di aplikasi e-HAC ini data pribadi seseorang yang cukup strategis karena terdapat Nomor Identitas Kependudukan, alamat dan nomor telepon, yang jika disalahgunakan berpotensi merugikan pemilik data.

Judha juga mendesak agar pihak berwenang untuk melakukan investigasi terbuka dan perlindungan data yang bocor. 

"Harus ada upaya yang serius untuk mengantisipasi penyebaran data tersebut. Langkah menghentikan penggunaan e-HAC yang disarankan bisa dilakukan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana perlindungan dan upaya pencegahan beredarnya data yang bocor," katanya.

Selain itu kata Judha, investigasi menyeluruh harus dilakukan dan hasil investigasinya harus disampaikan secara terbuka.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi