Data Aplikasi e-HAC yang Lama Diduga Bocor, Bagaimana dengan Aplikasi Pedulilindungi?

Rinda Suherlina - Selasa, 31 Agustus 2021, 18:30 WIB

Kepala Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dr. Anas MarufKepala Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dr. Anas Maruf/Kemenkes

FIXINDONESIA.COM - Menanggapi informasi yang beredar terhadap dugaan kebocoran data pengguna pada Electronic Health Alert Card atau e-HAC, Kementerian Kesehatan terus melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Hasil penelusuran saat ini mengindikasikan bahwa terjadi dugaan kebocoran data pada aplikasi e-HAC lama yang sudah dinonaktifkan sejak tanggal 2 Juli 2021.

Aplikasi e-HAC yang saat ini digunakan oleh masyarakat telah terintegrasi dengan Sistem informasi Satu Data Covid-19 PeduliLindungi yang terdapat pada Pusat Data Nasional dalam kondisi tidak terpengaruh insiden tersebut dan pengamanannya didukung oleh Kemenkominfo dan BSSN.

Baca juga: Terkuak! Ini Penyebab Gagal Ditransfer Bansos BSU Subsidi Gaji Ketenagakerjaan Rp1 Juta

Integrasi tersebut dilakukan sesuai amanat SE No HK. 02.01/MENKES/847/2021 tentang digitalisasi dokumen kesehatan bagi pengguna transportasi udara yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.

''Dugaan kebocoran ini tidak terkait dengan aplikasi e-HAC yang ada di aplikasi PeduliLindungi, dan saat ini tengah dilakukan investigasi dan juga penelusuran lebih lanjut terkait dengan informasi dugaan kebocoran ini,'' kata Kepala Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dr. Anas Maruf pada konferensi pers secara virtual, Selasa 31 Agustus 2021.

Ia melanjutkan, pembuktian adanya sebuah insiden kebocoran data pribadi baru dapat disimpulkan setelah dilakukan audit digital forensik.

Baca juga: Putra Sulung Ahok Dipolisikan, Aniaya Selebgram?

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi