Contoh Naskah Khutbah Idul Adha 2021: Pengorbanan dalam Berkurban

Siti Resa Mutoharoh - Senin, 19 Juli 2021, 9:10 WIB

Ilustrasi Masjid Raya BandungIlustrasi Contoh Naskah Khutbah Idul Adha 2021: Pengorbanan dalam Berkurban/Shammil Fachrial Suryapraja/FIX Indonesia

FIXINDONESIA.COM - Naskah khutbah Idul Adha 2021 bertajuk "Pengorbanan dalam Berkurban". 

Jamaah shalat Idul Adha hadâkumullâh, Segala puji bagi Allah swt, Tuhan alam semesta, yang telah menganugerahkan berjuta kenikmatan kepada kita di antaranya adalah kenikmatan beridul adha walau dalam suasana pandemi Covid-19 yang belum juga mereda.
Semua ini harus kita syukuri sebagai hamba yang tahu diri, karena segala yang terjadi di muka bumi ini, Allahlah yang paling mengerti. Pada tahun ini, kita kembali merayakan Idul Adha dalam keterbatasan. 

Gelombang kedua penyebaran Covid-19 di tanah air yang terus mengalami lonjakan, membuat pemerintah mengambil kebijakan ketat dalam rangka wujud perlindungan. Tidak semua daerah bisa melaksanakan kegiatan Ibadah shalat Idul Adha sebagaimana biasa.
Begitu juga ibadah kurban yang selalu mengiringi hari raya ini pun tidak serta merta bisa dilaksanakan dengan leluasa. Sekali lagi, ini adalah wujud ikhtiar kita bersama untuk menjaga diri, sehingga negeri ini mampu melewati takdir yang telah didatangkan oleh Allah yang maha tinggi. 

Baca juga: Alhamdulillah! Bansos PKH, BST, BPNT, dan Kartu Sembako Ternyata Cair Sejak Awal Juli, Sudah Ada yang Dapat?

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 18 Juli 2021: Guyonan Gemini Kadang Membawa Keberuntungan

تَصَرُّفُ الْأِمَاِم عَلَى الرَّاعِيَّةِ مَنُوْطٌ بِالْمَصْلَحَ
“Tindakan pemerintah terhadap rakyatnya dilakukan berdasarkan kemaslahatan.”

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ولله الحمد

Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah swt,  Dalam situasi sulit yang sedang melanda, Hari Raya Idul Adha tak boleh kehilangan makna dan esensinya. Idul Adha mengajarkan kepada kita bagimana berani berkorban dengan apa yang kita punya untuk membatu orang lain yang membutuhkan uluran tangan kita.
Di antaranya adalah dengan ibadah kurban yang merupakan wujud pengorbanan untuk kemanusiaan pada sesama. Kita harus bisa mengambil hikmah mulia, ketika Allah swt memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyembelih putra semata wayangnya, Nabi Ismail as. Perintah suci ini mengandung makna bahwa hidup perlu pengorbanan untuk memperkuat tali persaudaraan antarsesama.  

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber: NU Online

tags
Artikel Rekomendasi