Cek Fakta: Najwa Shihab Sebut Rapid Tes Hanya Deteksi Antibodi Bukan Virus

Siti Resa Mutoharoh - Jumat, 2 Juli 2021, 19:00 WIB

Najwa ShihabCek Fakta: Najwa Shihab Sebut Rapid Tes Hanya Deteksi Antibodi Bukan Virus/Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab

FIXINDONESIA.COM - Beredar di berbagai grup Whatsapp sebuah tulisan yang diklaim bersumber dari pernyataan Najwa Shihab

Dalam tulisan yang sudah dibagikan berulang kali itu disebutkan bahwa menurut Najwa Shihab rapid tes hanya mendeteksi antibodi seseorang dan tidak bisa mendeteksi virus. 

Berikut ini tulisan lengkap yang beredar di sejumlah grup Whatsapp: 

Baca juga: CEK FAKTA: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Ramuan Obat Covid-19

"PENTING DIBACA DAN DIPAHAMI UNTUK DIKETAHUI.‼
NAJWA SIHAB KOMEN
KITA BUKAN BODOH TAPI DIBODOHKAN, KITA TIDAK MISKIN TAPI DIMISKINKAN OLEH SEBUAH SISTEM.


Rapid tes itu cek darah, sedangkan covid-19 tidak masuk ke DARAH
Rapid tes cuma cek antibodi reaktif / muncul atau non reaktif bukan cek VIRUS.
Orang FLU kalo ikut rapid tes hasilnya pasti POSITIF karena antibodinya reaktif muncul.
Jadi hasil rapid tes POSITIF belum tentu kena CORONA Itu hanya menunjukkan ANTIBODINYA reaktif/muncul.
PCR tes pun hanya menunjukkan/mengindikasi keberadaan adanya VIRUS tapi gak bisa mejunjukan itu virus apa dan juga gak bisa Membedakan antara virus hidup dan virus mati akibat sudah di bunuh sama antibodi kita.Tes PCR akan memberikan petunjuk hasil positif jika ada virus tapi tidak bisa nengidentifijasi virus jenis apa dan virus hidup atau virus mati.
Selama ini tidak ada yang meninggal disebabkan murni karena Virus Corona.
Jadi kemungkinan yang kata media bertambah banyak yang kena corona / covid 19, diliat dari hasil rapid tes itu belum tentu kena covid-19, Sekali lagi rapid tes cuma mendeteksi antibodi seseorang muncul / reaktif apa tidak, Sedangkan orang flu aja antibodinya pasti muncul /reaktif jika dikakukan rapid tes dengan hasilnya pasti akan positif.
Jadi waspada boleh, Takut juga boleh, Tapi tidak perlu berlebihan sampai ketakutan akut / depresi, Sebab itu akan mempengaruhi imun kita menurun dratis / drop.
Contoh kasus, seseorang panik ketakutan kena corona otomatis jantungnya berdebar kencang mengakibatkan sesak nafas dan besok meninggal.
Contoh kasus ketiga seseorang dengan aktifitas tinggi bekerja terlalu keras lupa istirahat badannya kelelahan jadi lemah, sress dari tes medis meninggalnya bukan karena virus corona tapi karena masuk virus lainya disebabkan imun turun karena kelelahan dan stress berat.
Semoga kita semua semakin paham tentang Covid-19 ini. Dan mindset / pola pikirnya berubah menjadi tenang dan selalu positif menghadapi segala situasi dan kondisi yang tidak menentu saat ini.
#tetaptenang#tetapsemangat#tetapenjoy#janganpanik#janganemosi#jangansusah
Blokir semua postingan postingan gambar/berita yang negatif dan menakutkan segera hapus, selalu berpikir positif, selalu bersyukur perbanyak doa semoga kita semua senantisa di berikan keselamatan didunia dan diahirat Aamiin.
✒ sumber Najwa Shihab".

Menanggapi hal itu, Najwa Shihab menegaskan tulisan tersebut bukan berasal dari dirinya. 

"Saya berkali-kali membantah, dan tulisan itu juga pernah ada di tahun lalu ketika angka Covid-19 lagi tinggi-tingginya," kata Najwa. 

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi