Cara Perawatan Panca Indera Peraba (Kulit)

Siti Resa Mutoharoh - Senin, 2 Agustus 2021, 11:53 WIB

KulitCara Perawatan Panca Indera Peraba (Kulit) /CC BY-NC

Oleh: 
Resti Gradia Dwiwina/Gredy (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran)

FIXINDONESIA.COM - Bagian terakhir dari seri penjelasan mengenai panca indera yang telah saya bahas adalah panca indera yang tidak kalah pentingnya yaitu indera peraba, yang diwakilkan oleh kulit. Sentuhan merupakah stimulan aktifnya indera ini. Cara kerjanya melibatkan komunikasi antara otak dan saraf yang terdapat pada kulit.

Kita bisa dengan mudah membedakan saat orang menepuk pundak, atau memukul. Tangannya hangat atau dingin, menggunakan bahan kasar atau halus. Kesemuanya ini berkat reseptor- reseptor yang teraktivasi berbeda, sehingga sinyal yang disampaikan ke otak juga berbeda. Kemampuan kita untuk merasakan sentuhan memberikan informasi terhadap lingkungan internal dan eksternal, membuat hal ini penting untuk persepsi sensoris.

Indera yang pertama kali bekerja sejak bayi dalam kandungan adalah indera ini. Dimulai dari usia 8 minggu, bayi akan merespon terhadap sentuhan pada bibir, pipi, kemudian dengan anggota badannya yang lain di usia sekitar 14 minggu. Maka stimulasi sentuhan yang positif dapat memberikan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang baik saat dalam kandungan maupun setelah dilahirkan.

Organ yang bertanggung jawab terhadap indera ini adalah kulit, bagi orang dewasa sekitar 16% dari total berat badan. Pada laki- laki dewasa luar permukaannya sekitar 1.9 m2, wanita dewasa 1.6 m2, dan pada anak- anak usia 10 tahun 1.14 m2.

Fungsi dari kulit bukan hanya sekedar menutup organ dalam kita, namun memiliki beberapa fungsi penting lainnya yaitu (a) lapisan pelindung terhadap lingkungan eksternal (b) penjaga kelembapan (c) produksi vitamin D yang berguna untuk tulang (d) memproduksi keringat untuk mengatur suhu, serta membersihkan dari kotoran.

Kulit juga mengandung saraf- saraf, reseptor sensori, kelenjar minyak dan keringat, dan folikel rambut. Kulit kita beragam bergantung dari genetik baik dari warna, maupun kedalamannya, ada kulit tipis, dan kulit tebal, namun prinsip dasarnya terhadap sentuhan tetap sama.

Kulit terbangun atas air, protein, lemak, berbagai mineral dan unsur- unsur kimia dan dapat beregenerasi sekitar 27 hari. Bagian terluar ataau kita sebut epidermis, terdiri atas beberapa lapisan yaitu dar atas ke bawah lucidum, granulosum, spinosum, germinativum.
Sel yang terdapat pada bagian ini adalah keratinosit, yang memproduksi keratin, melanosit yang emproduksi melanin, pigmen kulit, serta sel Langerhans yang melindungi dari zat asing. Dibawah epidermis dikenal dengan bagian dermis, bagian ini bertanggung jawab terhadap unculnya kerutan.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi