Budidaya Ikan dengan Sistem Polikultur

Ikhsan Taufik Ramadhan - Sabtu, 16 Oktober 2021, 18:07 WIB

Minapadi, Warisan Leluhur yang Terbukti Ramah LingkunganBudidaya Ikan dengan Sistem Polikultur/Dok. Pribadi

Oleh: Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi (Dosen Unpad dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)

FIXINDONESIA.COM - Konsep polikultur pada budidaya ikan didasarkan pada konsep pemanfaatan ruang dan relung trofik yang berbeda dalam suatu kolam pemeliharaan untuk mendapatkan produksi ikan yang maksimal per satuan luas. 

Spesies ikan yang berbeda (harus kompatibel) dari relung trofik dan spasial yang berbeda dibudidayakan bersamaan dalam suatu kolam yang sama untuk memanfaatkan semua jenis pakan alami yang tersedia di kolam tersebut (Rahman et al. 1992). Pakan alami akan tumbuh dengan sendirinya karena pemberian pupuk pada kolam budidaya. Pada gambar 1 menjelaskan bagaimana peran dari spesies ikan yang berbeda dalam suatu kolam budidaya.

Kesempatan untuk meningkatkan produktivitas ikan per satuan luas melalui polikultur lebih besar jika dibandingkan dengan sistem monokultur (membudidayakan satu spesies ikan saja). Kombinasi spesies yang berbeda dalam sistem polikultur dengan kepadatan yang efektif, dapat juga berkontribusi untuk memperbaiki lingkungan perairan budidaya.

Baca juga: Sistem Tanam Minapadi

Dengan menebar ikan pemakan fitoplankton seperti nila atau nilem dengan kepadatan yang sesuai, pertumbuhan alga tertentu dapat dikendalikan, sehingga blooming alga yang berakibat buruk pada perairan tidak terjadi. Di sisi lain, ikan grass carp dapat menjaga kelimpahan makrofita, karena memiliki kebiasaan makan berupa makrofita. Pertumbuhan alga umumnya terjadi pada kolam yang diberi pupuk kandang.

Pakan yang telah dicerna oleh ikan yang hidup di permukaan atau kolom air dapat menjadi pakan bagi ikan coprophagous (ikan pemakan sisa eksresi) penghuni dasar perairan, menurut Jamaludin et al. (2011) contoh ikan coprophagous adalah ikan patin dan ikan lele.

Adapun spesies dari ikan karper (carp) yang menghuni dasar perairan, dapat membantu suspensi nutrisi dari endapan lumpur kedalam air ketika mencari makanan (mengaduk dasar perairan). Perilaku tersebut dapat juga membantu mengoksidasi bahan organik yang terdapat dalam sedimen dasar perairan. Semua fakta tersebut menunjukkan bahwa polikultur adalah sistem yang paling cocok untuk diterapkan pada kolam, terutama bagi kolam yang selalu digenangi oleh air sepanjang tahun.

Editor: Ikhsan Taufik Ramadhan

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi