Bikin Adem, KPID Jabar dan Ormas Islam Serukan Siaran Ramadan Harus Cerminkan Dakwah Sejuk

Agus Satia Negara - Selasa, 6 April 2021, 21:18 WIB

KPID Jabar dan Ormas Islam gelar FGD dan menyerukan lembaga radio dan televisi untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat muslim.KPID Jabar dan Ormas Islam gelar FGD dan menyerukan lembaga radio dan televisi untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat muslim./Dokumentasi pribadi

FIXINDONESIA.COM - Menyambut bulan suci Ramadan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat bersama sejumlah Ormas Islam di Jabar menyerukan lembaga radio dan televisi untuk menjaga kekhusyukan ibadah umat muslim.

Oleh karenanya, semua program yang tayang selama Ramadan harus mencerminkan nilai-nilai dakwah yang menyejukkan.

Hal tersebut bertujuan agar makna dakwah yang sebenarnya bisa terwujud, yaitu membangun keharmonisan, persaudaraan dan toleransi. 

Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet mengatakan, maksud dari nilai dakwah di sini tidak hanya berwujud khutbah ataupun ceramah. Namun, bisa tercermin dalam berbagai siaran lainnya, seperti dalam cara infotainment, film, sinetron dan siaran lainnya.

"Itu adalah catatan dan rekomendasi Fokus Group Discussion (FGD) yang digelar KPID Jawa Barat bersama ormas Islam dengan tema Pengawasan Dakwah Sejuk di Bulan Ramadan," kata Adiyana, di Rumah Penyiaran Jawa Barat jalan Malabar 62 Bandung, Selasa 6 April 2021.

Baca juga: Kemenag Izinkan Salat Tarawih dan Idul Fitri Berjamaah, Azis Syamsuddin Minta Hal Ini

Hadir dalam FGD ini adalah perwakilan dari MUI Dr. H. Ajid Thohir, M.Ag), NU (KH Dasuki), Alwashliyah (Asep Komarudin), Muhammadiyah (Dikdik Dahlan), Persis (Iman Latief), PUI (H. Dedem Mukhlisin), Askopis (Uwes Fatoni, M.Ag), dan pakar Ilmu dakwah UIN Sunan Gunung Jati Dr. Enjang AS, M.Ag. Acara dibuka dan ditutup oleh H. Ridwan Solichin dari Komisi I DPRD Jawa Barat.

Adiyana menjelaskan, tupoksi dari KPID Jabar adalah menjaga mata dan telinga warga Jawa Barat agar bisa senantiasa mendapat konsumsi siaran yang positif, sehat dan mendorong kebaikan hidup yang harus diwujudkan oleh lembaga penyiaran.

Pasalnya, semua telah diatur dalam UU 32 Tahun 2002 dan P3SPS tentang menghormati suku, agama, ras dan antar golongan, serta tidak boleh mempertentangkan ajaran agama, karena dakwah di lembaga penyiaran merupakan ruang publik. 

Editor: Agus Satia Negara

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi

terkait