Biden dan Kebijakan Luar Negeri AS di Timur Tengah

Agus Satia Negara - Minggu, 11 April 2021, 8:40 WIB

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)/Dokumentasi pribadi

Oleh: Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)

FIXINDONESIA.COM - Presiden-presiden Amerika Serikat, minimalnya sejak dua puluh tahun terakhir, selalu melancarkan peperangan di Timur Tengah

Pada 7 Oktober 2001, George W. Bush mulai membombardir Afghanistan dengan alasan memburu Osama bin Laden yang disebut sebagai pelaku teror 911. 

Pada 2003, Bush melanjutkan petualangan perangnya di Irak, sampai-sampai anggaran negara defisit dan Amerika Serikat hingga kini memiliki hutang yang sangat besar. 

Jumlah dari semua hutang yang belum dibayar oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada 1 Maret 2021 melampaui angka 28 triliun dolar. 

Barack Obama kemudian naik ke tampuk kekuasaan setelah melakukan kampanye pemilu yang dipenuhi narasi antiperang dan mengecam kebijakan perang Republikan. Tapi janji tinggal janji. 

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Aturan Pemkot Bandung Soal Pedagang Kuliner Selama Puasa Ramadhan 2021

Meski Obama menarik sebagian besar serdadunya dari Irak dan Afghanistan, perang udara terus diperluas, terutama menggunakan drone. Obama juga menambah pasukan operasi khusus di seluruh dunia. 

Editor: Agus Satia Negara

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi