Bahaya Covid-19 Terhadap Lansia

Siti Resa Mutoharoh - Sabtu, 31 Juli 2021, 12:52 WIB

BLT LansiaIlustrasi: Bahaya Covid-19 Terhadap Lansia/Pixabay/truthseeker08

Oleh:
Dr. Achadiyani, dr.,MKes (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran)

FIXINDONESIA.COM - Virus Corona, atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China pada 30 Desember 2019. Virus ini ditemukan pada pasien yang mengalami infeksi saluran pernapasan, terutama yang terberat adalah peradangan paru. Penularan virus corona itu sendiri dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung lewat hidung, mulut, dan mata melalui tetesan cairan batuk atau bersin (droplet).

Menurut WHO, saat ini ada lebih dari seratus juta penduduk dunia yang telah terinfeksi Covid-19 dengan sekitar 2 juta diantaranya dinyatakan meninggal dunia per Januari 2021.
Kalangan lansia memiliki angka kematian yang tinggi dari total seluruh kematian akibat Covid-19 dengan persentase 24,9% pada usia 65 sampai 74 tahun dan angka kematian paling banyak terjadi pada usia 75 tahun ke atas, dengan persentase mencapai 48,7%. Berdasarkan data tersebut, lansia memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat pandemi ini.

Mengapa lansia paling berisiko terhadap virus Corona? Data Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan tahun 2018 menunjukkan penyakit yang terbanyak pada lansia adalah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, kencing manis, stroke, rematik, dan cedera.

Baca juga: Mahasiswa Unpad Ciptakan Permen Kokro untuk Menurunkan Kecanduan Merokok, Mau Coba?

Baca juga: BEM Fisip Unpad Sentil Kebijakan Jokowi: Absurd, Tepati Janji dan Jangan Bohong Lagi!

Seiring dengan pertambahan usia, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan, sistem imun yang berfungsi sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda sehingga lansia juga termasuk sebagai kelompok yang rentan terserang penyakit infeksi saluran pernafasan, diare, pneumonia, begitu pula dengan infeksi Corona.
Terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi juga dapat menurunkan imunitas atau daya tahan tubuh hingga beberapa minggu setelah terapi. Selain itu, penyakit kronis yang banyak diderita oleh lansia juga bisa meningkatkan bahaya infeksi virus Corona dapat menyebabkan komplikasi.

Bukan hanya menyebabkan gangguan pada paru-paru, infeksi virus Corona pada lansia juga lebih banyak mengalami gejala yang lebih berat, terutama lansia dengan penyakit penyerta.
Berdasarkan data CDC, 5 penyakit penyerta yang menjadi faktor risiko tertinggi terhadap kematian dengan infeksi Covid-19 adalah penyakit kanker, penyakit ginjal kronis, PPOK, penyakit jantung, obesitas, dan penyakit kencing manis. Penyakit-penyakit ini dapat menyebabkan penyebaran infeksinya terjadi lebih cepat dan jauh lebih berat.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi