ASTAGA, Anggaran Dana Desa Sering Disalahgunakan, DPR RI: Sudah Tidak Sehat!

Siti Resa Mutoharoh - Selasa, 16 Maret 2021, 8:42 WIB

korupsiIlustrasi: ASTAGA, Anggaran Dana Desa Sering Disalahgunakan, DPR RI: Sudah Tidak Sehat! /Pixabay

FIXINDONESIA.COM - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengungkapkan, pihaknya sering kali menemukan penyimpangan dana desa setiap tahunnya. Menurutnya, banyak pendamping desa justru hanya memuluskan laporan anggaran desa agar tetap mendapat kucuran dana tahun berikutnya. 

"Ada beberapa bupati incumbent yang memanfaatkan momen pencairan dana desa menjelang pencoblosan. Yang seperti ini kan sudah tidak sehat lagi penggunaan dana desanya. Sejauh mana monitoring Kemendes PDTT akan hal ini. Ini sudah kelewat kasat mata," ungkap Lasarus, Senin 15 Maret 2021. 

Jika dibiarkan terus menerus, lanjut politisi PDI-Perjuangan itu, maka dana desa yang berjumlah triliunan rupiah akan menguap. Idealnya, dana yang bersumber dari APBN harus dimanfaatkan sesuai regulasinya untuk kesejahteraan rakyat. 

Baca juga: Wih, 3 Sektor Ekonomi Dinilai Serap Tenaga Kerja Terbanyak Selama Pandemi Covid-19, Ini Daftarnya

"Sejauh mana kita mengetahui sumber-sumber dari APBN betul-betul digunakan sebagaimana mestinya melalui koridor yang sudah kita tetapkan," ujarnya. 

Menurutnya, penggunaan dana desa oleh aparat desa dan pemerintah daerah kurang mendapat pengawasan yang memadai.

Para kepala desa hanya tunduk pada bupat atau kepala daerah soal penggunaan dana desa. Lalu, di mana peran Kementerian Desa (Kemendes) dalam memonitor penggunaan dana yang bersumber dari APBN itu.

Baca juga: FIX! RCTI Langgar SPS, KPID Jabar Akan Layangkan Surat Rekomendasi Sanksi

"Pengguunaan dana desa yang bersumber dari APBN ini tentu domain kami untuk melakukan pengawasan. Saya melakukan monitoring di daerah-daerah. Di daerah ada sinergi antara kepala desa, inspektorat, dan Kepala Dinas Pemdes, banyak sekali saya lihat permasalahan penggunaan dana desa di daerah. Dan saya hampir tidak melihat peran dari kementerian. Ini kasat mata,” tukasnya.

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi