Apakah Vaksin AstraZeneca Mengandung Unsur Babi? Begini Penjelasan MUI

Rinda Suherlina - Jumat, 27 Agustus 2021, 8:50 WIB

Ilustrasi vaksin AstraZenecaIlustrasi vaksin AstraZeneca/MUI

FIXINDONESIA.COM - Apakah vaksin AstraZeneca mengandung unsur Babi?

MUI menetapkan ketidakhalalan vaksin Covid-19 produk AstraZeneca bukan karena mengandung unsur babi.

Tetapi keharaman karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan tripsin yang berasal dari babi. Vaksin ini dalam proses produksinya memanfaatkan bahan turunan dari babi yaitu:

1. Pada tahap penyiapan inang virus ini terdapat penggunaan bahan dari babi berupa tripsin yang berasal dari pankreas babi. Bahan ini digunakan untuk memisahkan sel inang dari microcarriernya.

Baca juga: Pakar Hukum: MPR, Tunda Perubahan UUD 1945 di saat Pandemi!

2. Pada tahap penyiapan bibit vaksin rekombinan (research virus seed) hingga siap digunakan untuk produksi terdapat penggunaan tripsin dari babi sebagai salah satu komponen pada media yang digunakan untuk menumbuhkan E.coli dengan tujuan meregenerasi transfeksi plasmid p5713 p-DEST ChAdOx1 nCov-19.

Dikutip dari laman resmi MUI, dalam menetapkan status kehalalan produk obat-obatan dan vaksin Majelis Ulama Indonesia memegang prinsip bahwa setiap produk yang memanfaatkan bahan dari unsur babi, maka tidak disertifikasi halal.

Meskipun pada produk akhir dari obat atau vaksin tersebut unsur babinya tidak terdeteksi.

Editor: Rinda Suherlina

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi