Antisipasi Stunting Sejak Masa Kehamilan

Agus Satia Negara - Kamis, 18 Maret 2021, 17:15 WIB

Didah, SST., M.Keb Dosen Prodi D4 Kebidanan, Departemen IKM FK UnpadDidah, SST., M.Keb Dosen Prodi D4 Kebidanan, Departemen IKM FK Unpad/Dokumentasi pribadi

Didah, SST., M.Keb

Dosen Prodi D4 Kebidanan, Departemen IKM FK Unpad

FIXINDONESIA.COM - Saat ini, pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk menurunkan angka kekurangan gizi, baik stunting maupun wasting. 

Dalam strategi nasional percepatan pencegahan stunting, disebutkan bahwa pelayanan gizi dilakukan di dalam dan di luar Gedung meliputi pelayanan promotive, preventif, kuratif dan rehabilitative dengan target intervensi kelompok 1000 HPK ( Ibu hamil, ibu menyusui, bayi 0-23 bulan), balita dan remaja.

Ibu hamil merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi mengalami anemia. Hal itu disebabkan adanya peningkatan volume darah selama kehamilan untuk pembentukan plasenta, janin dan cadangan zat besi dalam ASI. 

Anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi COVID-19 dan penyakit yang ditimbulkanya. Selain itu, anemia pada ibu hamil akan meningkatkan bayi berat lahir rendah, yang tentunya akan meningkatkan risiko terjadinya stunting.

Pencegahan anemia gizi ibu hamil dilakukan dengan memberikan minimal 90 Tablet Tambah Darah (TTD) selama kehamilan dan dimulai sedini mungkin. Pemberian TTD setiap hari selama kehamilan dapat menurunkan risiko anemia maternal 70% dan defisiensi besi 57%. 

Baca juga: TOK! MK Tolak Gugatan Hasil Pilkada Kabupaten Bandung, Tim Bedas Layangkan Pernyataan Ini

Baca juga: TEGAS! Kemensos Larang Dana Bansos 2021 Dibelanjakan untuk 2 Hal Ini

Editor: Agus Satia Negara

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi

terpopuler
sorot
terkait