Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19, Pemerintah Larang Mudik 2021

Firda Rachmawati - Sabtu, 27 Maret 2021, 11:11 WIB

Ilustrasi KeramaianIlustrasi /Shammil Fachrial Suryapraja/Shammil Fachrial Suryapraja/FIX Indonesia

FIXINDONESIA.COM - Dalam rangka mengantisipasi peningkatan jumlah kasus Covid-19, pemerintah resmi melarang adanya kegiatan mudik lebaran 2021.

Larangan mudik lebaran 2021 tersebut berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, libur Idul Fitri tahun lalu telah mengakibatkan kenaikan rata-rata jumlah kasus harian 68-93% dengan penambahan kasus harian 413-559 serta jumlah kasus mingguan berkisar 2.889-3.917. Sedangkan, persentase kematian mingguan antara 28-66% atau sebanyak 61-143 kasus kematian.

Baca juga: Ridwan Kamil Ditantang Main Badminton, Ternyata Ini Lawannya

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan bahwa perlu langkah-langkah tegas dalam menanggulangi masalah peningkatan kasus Covid-19. Khusus kali ini, yaitu menjelang masa libur dan cuti bersama Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Tingginya angka penularan dan kematian masyarakat maupun tenaga kesehatan akibat wabah Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, khususnya setelah libur Natal dan tahun baru kemarin juga perlu menjadi perhatian. Kita harus lakukan langkah tegas agar hal itu tidak terulang kembali,” ujarnya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Idul Fitri 1442 Hijriah di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat 26 Maret 2021.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat mengutarakan bahwa setiap kali liburan selalu ada peningkatan kasus antara 30-50% baik dari kasus terkonfirmasi positif maupun kasus aktif Covid-19. Bahkan dampak dari kenaikan kasus pada masa libur Natal dan tahun baru lalu, jumlah kasus aktif Covid-19 sampai saat ini masih terus meningkat.

Baca juga: Pembangunan TBBM Wae Kelambu Resmi Dimulai, Menhub: Diharapkan Bisa Optimalkan Pasokan BBM di Labuan Bajo

Disebutkan total kasus aktif Covid-19 kini berjumlah 130 ribu dengan 80% diantaranya tidak ke rumah sakit (RS) sedangkan 20% ke RS, 5% masuk ruang ICU (Intensive Care Unit) dan sekitar 2% meninggal. Persoalan lain, menurut Menkes, kebutuhan RS dari 130 ribu kasus aktif itu mencapai 26 ribu atau sekitar 20% dan apabila jumlah kasus aktif meningkat lagi maka dipastikan kebutuhan RS juga akan semakin banyak.

Editor: Firda Rachmawati

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi

terpopuler
sorot