Antisipasi Kelangkaan Tahu Tempe, Disperindag Jabar Akan Lakukan Ini

Firda Rachmawati - Jumat, 28 Mei 2021, 16:20 WIB

Ilustrasi tahu dan tempeIlustrasi tahu dan tempe/Freepik.com/odua

FIXINDONESIA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi kelangkaan tahu dan tempe akibat tingginya harga kedelai impor.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Eem Sujaemah mengatakan, sejak Januari 2021 lalu Disperindag bersama Satgas Pangan, Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan, serta Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) menggelar operasi pasar sesuai arahan Kementerian Perdagangan dan Badan Ketahan Pangan Kementerian Pertanian. 

Baca juga: Harun Al Rasyid Bongkar Posisi Terkini Buron KPK Harun Masiku: Tapi Saya Tidak Bisa Berbuat Apa-apa

Eem mengatakan, operasi pasar yang dilakukan ternyata tidak menutupi kebutuhan yang terus meningkat, sementara pasokan kedelai impor semakin menipis.

“Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan importir lagi susah, Amerika sebagai importir lagi banyak permintaan. Kedelai di kita ada, tidak langka namun harganya mencapai Rp10.500—Rp10.700 per kilogram,” katanya.

Menurut Eem, masalah kedelai impor ini tidak hanya terjadi di Jabar, tetapi seluruh Indonesia.

Baca juga: Para Perajin Tahu dan Tempe di Jabar Bakal Mogok Produksi Gegara Hal Ini

Saat ini, lanjut dia, Disperindag masih menunggu arahan dan kebijakan teknis dari Kementerian Perdagangan dan Badan Ketahan Pangan Kementerian Pertanian terkait solusi agar kedelai  tidak langka.

Editor: Firda Rachmawati

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi