Alami Thalasemia? Jangan Lupa Konsumsi Nutrisi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas | Siti Resa Mutoharoh - Minggu, 9 Mei 2021, 22:10 WIB

kacang polong putihAlami Thalasemia? Jangan Lupa Konsumsi Nutrisi Ini/Pixabay/ 4639459

FIXINDONESIA.COM - Thalasemia merupakan kelainan darah yang tergolong dalam penyakit. Thalasemia memiliki kasus yang cukup tinggi di dunia.

Dalam satu tahun, sekitar 60.000 anak lahir dengan mengalami thalasemia. Data terakhir pada Oktober 2016, ada 9.131 orang di Indonesia yang terdaftar sebagai pasien thalasemia.

Akan tetapi, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, masih banyak penderita thalasemia yang belum terdeteksi.

Baca juga: Waduh! Terciduk Pakai Surat Sehat Palsu, 2 Pemudik Ini Terancam 6 Tahun Penjara

Baca juga: Bagaimana Stok Daging Sapi Menjelang Lebaran 2021? Kementan Beberkan Hal Ini

Thalasemia merupakan kondisi di mana darah sel merah mudah rusak karena hemoglobin yang tidak terbentuk dengan sempurna.

Penderita pun mengalami kekurangan darah sehingga memerlukan transfusi darah selama hidupnya. Penderita membutuhkan sebanyak 48 kantong dalam satu tahun.

Di sisi lain, transfusi darah terus menerus mengakibatkan penderita mengalami kelebihan zat besi dalam tubuhnya.

Kelebihan zat besi dapat menimbulkan penyakit gagal jantung, pembengkakkan hati, dan pembengkakkan limpa.

Baca juga: Bolehkah Melaksanakan Salat Idul Fitri di Rumah? Umat Islam Wajib Tahu Nih, Begini Penjelasannya

Baca juga: Resep Opor Ayam: Menu Wajib saat Lebaran!

Mendeteksi adanya thalasemia pada tubuh hanya dapat dilakukan dengan pengecekan di laboratorium, yaitu melalui metode screening darah.

Untuk mencegah thalasemia, dengan sebisa mungkin menghindari pernikahan sesama penderita thalasemia.

Penderita thalasemia yang menikah dengan orang yang darahnya normal, akan melahirkan keturunan yang normal pula.

Penderita thalasemia juga perlu memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsinya.

Konsumsi daging merah, bagian dada dan sayap ayam, ikan, hati, dan ginjal sebaiknya dihindari.

Penderita disarankan untuk mengonsumsi daging putih, makanan yang mengandung protein nabati, dan makanan dengan kandungan zat besi non-heme.

Makanan dengan kandungan zat besi non-heme, di antaranya sayuran, buah, telur, kentang, wortel, dan umbi-umbian lainnya, coklat, serta sereal.

Penderita thalasemia juga dianjurkan untuk mengonsumsi susu dan olahannya, seperti keju dan yogurt.

Bahan-bahan tersebut dapat meminimalisir penyerapan zat besi dan mencegah osteoporosis.

Perlu diketahui, penderita thalasemia juga rentan mengalami kerusakan tulang.

Selain itu, bahan makanan yang perlu dikonsumsi adalah kacang-kacangan, seperti kacang polong dan kedelai.

Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi yang seharusnya dihindari oleh penderita thalasemia.

Akan tetapi, banyak penelitian yang menyebutkan perlunya mengonsumsi Vitamin C dalam jumlah yang rendah bagi penderita thalasemia.

Di sisi lain, Vitamin E sangat dianjurkan untuk dikonsumsi, di antaranya, minyak nabati, seperti zaitun, minyak bunga matahari, kacang tanah, kedelai, almond, jagung, dan minyak gandum.

Pilihan lainnya, Vitamin E yang terdapat pada buah-buahan dan lemak hewani.

Terakhir, dapat diimbangi dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung zinc.***

Editor: Siti Resa Mutoharoh

Sumber:

tags
Artikel Rekomendasi